Samsung Guyur Bonus Fantastis Rp7,4 Miliar untuk Pegawai Divisi Chip

Samsung berencana untuk membagikan 10,5% dari laba operasional yang diperoleh dari sektor semikonduktor sebagai bonus spesial kepada seluruh karyawannya.

Iskandar
Oleh Iskandar - Reporter
Samsung Guyur Bonus Fantastis Rp7,4 Miliar untuk Pegawai Divisi Chip
Logo Samsung. liputan6.com/Iskandar (© 2026 Liputan6.com)

Samsung Electronics berhasil mengatasi tantangan terkait sumber daya manusia (SDM) dan kerugian yang signifikan. Rencana untuk melakukan mogok kerja akhirnya dibatalkan setelah para karyawan di divisi semikonduktor (chip dan memori) mencapai kesepakatan mengenai paket bonus yang sangat menarik. Dalam kesepakatan terbaru, Samsung setuju untuk mengalokasikan 10,5% dari laba operasional sektor semikonduktor sebagai bonus spesial bagi karyawan mereka.

Dengan kesepakatan ini, sejumlah pekerja di divisi chip Samsung diperkirakan akan menerima bonus mencapai USD 416.000 (sekitar Rp 7,4 miliar) tahun ini. Menurut laporan dari GSMArena pada Kamis (28/5/2026), jumlah tersebut sangat signifikan mengingat rata-rata gaji tahunan di Korea Selatan hanya sekitar USD 32.000 (Rp 572 juta).

Di sisi lain, pekerja di dua divisi semikonduktor lainnya juga akan mendapatkan bonus yang cukup besar, meskipun tidak setinggi yang diterima oleh divisi chip atau memori.

Sebelumnya, ketegangan sempat meningkat akibat adanya kecemburuan sosial. Para pekerja di divisi Device Solutions (yang mencakup memori, chip, dan fabrikasi) merasa bahwa bonus yang mereka terima jauh lebih rendah dibandingkan dengan yang diberikan kepada rekan-rekan mereka di SK Hynix, yang merupakan pesaing utama di industri yang sama.

Pemerintah Korea Selatan segera mengambil tindakan setelah menghadapi ancaman mogok kerja selama 18 hari yang berpotensi mengganggu industri. Serikat pekerja akhirnya sepakat untuk menunda aksi mogok guna memberikan kesempatan untuk melakukan negosiasi yang berlangsung ketat pada periode 22 hingga 27 Mei 2026. Hasil dari negosiasi tersebut menunjukkan bahwa 74% pekerja memilih untuk menerima tawaran baru dari Samsung. Keputusan ini menjadi langkah penting dalam menyelamatkan perekonomian negara, mengingat Samsung menyumbang hampir seperempat dari total ekspor Korea Selatan.

Divisi memori Samsung juga berperan sebagai tulang punggung dalam industri elektronik global. Perdana Menteri Korea Selatan memperkirakan bahwa jika mogok kerja selama 18 hari tersebut benar-benar terjadi, kerugian yang harus ditanggung bisa mencapai KRW 1 triliun, yang setara dengan sekitar USD 660 juta atau Rp 11,8 triliun. Dengan demikian, keputusan untuk menunda mogok kerja ini dianggap sebagai langkah yang sangat strategis demi menjaga stabilitas ekonomi dan industri di negara tersebut.

Rekomendasi