Penggunaan AI Makin Marak, Data Center ini Tambah Kapasitas

Maraknya penggunaan AI menjadi kebutuhan data center bertambah.

Fauzan Jamaludin
Oleh Fauzan Jamaludin - Reporter
Penggunaan AI Makin Marak, Data Center ini Tambah Kapasitas
Pembangunan AI Data Center Disebut Dorong Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen (Ilustrasi dibuat dengan ChatGPT)

PT Indonesia Super Corridor (ISC), perusahaan yang bergerak di bidang layanan Data Center bersertifikasi Tier IV Facility dari Uptime Institute, baru-baru ini mengumumkan peningkatan kapasitas data center menjadi 6MW.  

Dengan penambahan rak berkapasitas 20 kilowatt (kW) per rak, atau setara dengan 1.5MW per lantai. Lokasinya ada di Gedung ISC Tower, Jakarta.

"Langkah ini diambil untuk memenuhi kebutuhan komputasi tinggi yang terus meningkat, terutama untuk aplikasi kecerdasan buatan (AI)," jelas Benyamin P Naibaho, Founder ISC dalam keterangannya, Jumat (7/2.

Penambahan kapasitas ini, kata Benyamin, akan memungkinkan ISC untuk menampung lebih banyak server dan perangkat keras lainnya dalam satu ruang, sehingga meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya operasional. 

"Infrastruktur modern dan canggih, termasuk sistem pendinginan dan daya yang handal, serta keamanan yang ketat, dirancang untuk meminimalkan dampak lingkungan dan sejalan dengan sertifikasi green building yang telah diraih oleh ISC," ujar dia.

"Sertifikasi green building EDGE dari Green Building Council Indonesia yang telah kami raih menjadi bukti komitmen kami untuk terus beroperasi secara efisien dan ramah lingkungan," tambah dia.

Langkah ini juga merupakan bagian dari strategi ISC untuk memperkuat posisinya sebagai pemain kunci di pasar data center Indonesia.

Dengan investasi yang terus-menerus dilakukan dalam infrastruktur dan teknologi, ISC berupaya untuk tetap menjadi yang terdepan dalam menyediakan solusi teknologi informasi yang handal, inovatif, dan berkelanjutan.

Rekomendasi