Perusahaan yang Terkena Serangan Siber Tak Perlu Panik

Bagi perusahaan yang terkena serangan siber, pakar ini mengatakan tak perlu panik. Alasannya?

Rita
Oleh Rita - Reporter
Perusahaan yang Terkena Serangan Siber Tak Perlu Panik
hacker. ©2013 Merdeka.com

Chairman Indonesia Cyber Security Forum, Ardi Sutedja mengatakan memasuki era digital, serangan siber memang tidak dapat dielakkan dan bakal kerap terjadi.

Bahkan, tahun lalu aksi peretasan dan penyusupan ke sistem IT juga menyerang Bank Indonesia, Pertamina hingga Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

Dapat dikatakan, kejahatan dunia maya ini bukanlah hal baru, tapi telah terjadi sejak awal tahun 2000-an, dan kini intensitasnya semakin meningkat seiring makin pesatnya pertumbuhan penggunaan sistem TI pada proses kerja dan bisnis di swasta maupun pemerintahan.

"Serangan siber umum terjadi, bukan hanya di Indonesia, di Negara lain pun kerap terjadi dan instensitasnya cukup tinggi," kata Ardi dikutip Merdeka.com, Rabu (17/5).

Lebih lanjut, Ardi menyebutkan bahwa insiden serangan ransomware seperti yang dialami salah satu bank syariah bukan pertama kali terjadi.

Pada 2017, ransomware WannaCry diketahui melakukan serangan pada sebuah lembaga layanan kesehatan. Artinya, serangan siber bisa terjadi setiap saat menimpa Lembaga dan perusahaan apapun.

Oleh karenanya menyikapi ancaman yang kerap terjadi tersebut Ardi menilai masyarakat tidak perlu panik yang berlebihan karena sebenarnya sudah ada protap di industri dalam mengatasi serangan yang terjadi.

"Justru dengan adanya serangan siber, membuat perusahaan yang jadi korban makin meningkatkan keamanan system IT nya yang ujung-ujungnya berdampak positif pada keamanan dan kenyamanan konsumen maupun nasabah," ungkap dia.

Rekomendasi