Google Earth mengumpulkan gambar dari berbagai sumber, mulai dari satelit di orbit geosinkron yang mengambil foto beresolusi rendah dari puluhan ribu mil di atas Bumi hingga satelit yang lebih dekat ke Bumi yang menangkap bidikan beresolusi lebih tinggi.
Bahkan foto udara diambil dari pesawat terbang, layang-layang, drone dan bahkan balon. Citra satelit ini tersedia untuk siapa saja yang mengunduh perangkat lunaknya. Para arkeolog pun telah memanfaatkan sumber daya yang kaya ini.
Dilansir dari lamanLivescience, Senin (30/1), dari data-data itu Google Earth mengungkap beberapa tempat aneh. Berikut adalah tempat-tempat aneh yang terekam oleh Google Earth:
Simbol Swastika
Livescience
Para ilmuwan menemukan lebih dari 50 geoglyph di seluruh Kazakhstan utara di Asia Tengah, termasuk desain berbentuk swastika ini. Meskipun simbol swastika dibuat dari kayu, banyak geoglyph dibuat dari gundukan tanah. Geoglyphs tampaknya berasal dari 2.000 tahun yang lalu.
Pulau di Sebuah Danau
Livescience
Gambar ini mudahnya adalah pulau di sebuah danau. Google Earth menangkap gambar ini yang menunjukkan sebuah pulau kecil yang berada di dalam danau kawah di sebuah pulau bernama Pulau Gunung Berapi di sebuah danau bernama danau Taal di pulau Luzon, Filipina.
Roda yang Aneh
Advertisement
Livescience
Google Earth telah memotret beberapa karya seni kuno yang terukir di permukaan planet ini, termasuk struktur geometris berbentuk roda yang mungkin berusia sekitar 8.500 tahun. Benda itu menjadikannya lebih tua dari geoglyph Peru yang disebut Garis Nazca.
Beberapa dari desain berjeruji yang menandai Oasis Azraq di Yordania ini tampaknya diposisikan sedemikian rupa sehingga sejajar dengan matahari terbit di titik balik matahari musim dingin.
Sebuah tim ilmuwan dengan Aerial Photographic Archive for Archaeology in the Middle East (APAAME) telah menyelidiki struktur roda dengan citra satelit yang tersedia melalui Google Earth.
Piramida Misterius
Livescience
Gambar dari Google Earth ini menunjukkan anomali yang diyakini beberapa orang sebagai piramida yang belum digali. Lusinan anomali di Mesir telah terdeteksi menggunakan Google Earth dalam lima tahun terakhir.
Namun, ada perdebatan apakah mereka mewakili fitur alami atau struktur buatan. Diperlukan lebih banyak penggalian, tetapi situasi keamanan dan ekonomi di Mesir telah membatasi untuk meneliti lebih jauh.
Pentagram
Livescience
Di sudut terpencil Kazakhstan, terpotret Google Earth ada pentagram besar dengan diameter diperkirakan 1.200 kaki (366 meter) yang terukir di permukaan bumi. Bintang berujung lima yang dikelilingi lingkaran, terletak di pantai selatan Waduk Tobol Atas.
Banyak komentar online menghubungkan situs tersebut dengan pemujaan setan, sekte agama jahat atau penghuni dunia lain. Sebaliknya, pentagram ternyata adalah garis besar taman yang dibuat dalam bentuk bintang. Bintang ini ditandai dengan jalan raya yang kini ditumbuhi pepohonan, membuat bentuk bintang semakin terlihat jelas dalam foto udara.
Advertisement
Advertisement
Gurun yang Bernafas
Livescience
Rancangan spiral raksasa di gurun Mesir ini tak jauh dari tepi Laut Merah. Gambar itu adalah sebuah instalasi seni bernama Desert Breath. Pada bulan Maret 2007, Danae Stratou, Alexandra Stratou, dan Stella Constantinides menciptakan karya seni seluas 1 juta kaki persegi atau 100.000 meter persegi.
Karya seni ini dimaksudkan untuk merayakan gurun sebagai bentuk keadaan pikiran dan lanskap pikiran, begitu kata para seniman.
Bunker Alien?
Livescience
Ditemukan terukir di lantai gurun dekat Mesa Huerfanita, New Mexico. Tergambar seperti dua berlian besar yang dikelilingi oleh sepasang lingkaran yang tumpang tindih. Penulis John Sweeney mengklaim bahwa situs tersebut menandai bunker tersembunyi milik Gereja Scientology.
Menurut situs web mereka, Scientology adalah agama yang menawarkan jalan yang tepat menuju pemahaman yang lengkap dan pasti tentang sifat spiritual sejati seseorang dan hubungannya dengan diri sendiri, keluarga, kelompok, umat manusia, semua bentuk kehidupan, alam semesta material, alam semesta spiritual, dan Makhluk Tertinggi. Namun, hingga kini, simbol tersebut kemungkinan besar akan tetap menjadi misteri.
Advertisement