Perusahaan software terkemuka Mozilla baru saja merumahkan sekitar 250 karyawan sebagai bagian dari restrukturisasi perusahaan yang disebabkan oleh dampak jangka panjang pandemi Covid-19.
Melansir posting blog resmi Mozilla yang dikutip Engadget, bos Mozilla Mitchell Baker menyebut bahwa pandemi ini telah "secara signifikan memengaruhi pendapatan kami." Akibat dari hal ini, korporasi yang memiliki sekitar 1.000 karyawan ini terpaksa meninggalkan rencana 2020 mereka dan memangkas 25 persen staff mereka.
Karyawan yang kehilangan pekerjaan ini akan menerima pesangon dan tetap mendapatkan tunjangan hingga Desember 2020. Mereka juga masih mendapatkan akses ke bonus perusahaan yang telah dialokasikan sebelumnya.
Tak cuma itu, Mozilla juga berjanji untuk membantu sebanyak mungkin karyawannya yang telah dirumahkan untuk mendapatkan pekerjaan baru.
Mengikuti informasi ini, terdapat juga 60 karyawan yang meski tidak dirumahkan, terpaksa diganti jabatan dan pekerjaannya. Selain itu, kantor Mozilla di Taipei, Taiwan, ditutup.
Advertisement
Mozilla sendiri kini sedang berfokus untuk membangun browser web yang lebih efisien, dengan tagline "internet lebih baik yang layak kita dapatkan."
Perusahaan yang berbasis di Mountain View, California ini, telah berinvestasi di teknologi Pocket, Hubs, Web Assembly, VPN, dan teknologi keamanan dan privasi besutan mereka sendiri. Pundi uang juga dihabiskan untuk mengembangkan tim pembelajaran mesin untuk disematkan di peramban barunya tersebut.
Mozilla sendiri telah melakukan pemecatan kepada 70 karyawan pada Januari lalu, karena kegagalan proyek yang menyebabkan pemasukan yang tak sesuai target.