Masih ingat insiden ransomware Wannacry yang mengguncang dunia tiga tahun lalu? Jika Anda pecinta teknologi, hal ini tentu masih menorehkan "luka" besar, khususnya di sektor finansial lewat aksi pencurian data penting dari perusahaan.
Walau sudah berlalu, nyatanya eksistensi ancaman tersebut masih ada. Karena bulan ini, operasi raksasa automobile terpaksa berhenti di beberapa bagian dunia setelah diserang oleh ransomware yang dijuluki SNAKE (juga dikenal sebagai EKANS).
Tak hanya industri besar, beberapa usaha kecil dan menengah di Asia Tenggara (SEA) juga menunjukkan kisah yang sama.
Berdasarkan laporan statistik terbaru Kaspersky yang dikutip dari Liputan6.com, tiga bulan pertama tahun ini telah memblokir sebanyak 269.204 upaya ransomware terhadap bisnis (dengan skala 20-250 karyawan) di kawasan tersebut.
Advertisement
"Kita dapat mengatakan secara global, ransomware telah mencapai puncaknya bertahun-tahun yang lalu. Secara bertahap jumlahnya memang berkurang, namun dengan cepat menjadi bisnis-sentris," kata Yeo Siang Tiong, General Manager untuk Asia Tenggara di Kaspersky.
"Walaupun jumlah total upaya ransomware yang terdeteksi di wilayah Asia Tenggara lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, risiko bisnis usaha kecil dan menengah kehilangan data serta uang mereka karena ancaman ini masih ada," sambungnya.
Ketika banyak ekonomi di Asia Tenggara dibuka setelah berbagai bentuk lockdown, para ahli Kaspersky memiliki beberapa tips penting dan berguna untuk memulai kembali bisnis yang aman dari ancaman ransomware.
Sumber: Liputan6.com
Reporter: Yuslianson