Facebook Berencana Peringatkan Pengguna sebelum Bagikan Berita Lawas

Facebook berencana bakal memberikan notifikasi kepada pengguna bila membagikan berita lama. Konteks berita lama ini yang sudah 90 hari lebih. Nantinya, notifikasi ini akan muncul begitu pengguna akan membagikan tautan tersebut di akunnya. Namun, Facebook tak membatasi untuk membagikannya.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Facebook Berencana Peringatkan Pengguna sebelum Bagikan Berita Lawas
Ilustrasi Facebook. ©2019 vox.com

Facebook berencana bakal memberikan notifikasi kepada pengguna bila membagikan berita lama. Konteks berita lama ini yang sudah 90 hari lebih. Nantinya, notifikasi ini akan muncul begitu pengguna akan membagikan tautan tersebut di akunnya. Namun, Facebook tak membatasi untuk membagikannya.

"Kami hanya ingin memastikan orang mengetahui konteks mengenai sebuah berita saat ingin membagikannya di Facebook," tulis VP Feed and Stories Facebook , John Hegeman.

Ide ini, kata John, muncul berasal dari riset internal. Riset itu menemukan bahwa ketepatan waktu adalah konteks penting yang menentukan seseorang membaca, mempercayai, dan membagikan sebuah berita.

Bagi media massa yang menerbitkan berita tersebut, juga menjadi perhatian mereka. Terlebih jika dibagikan di media sosial. Sebab, bisa dikira sebagai berita terupdate. Hal itu jelas menimbulkan kesalahpahaman, sebab konteks waktunya tidak tepat.

Oleh sebab itu, Facebook menuturkan beberapa penerbit berita sudah melabeli berita lawas di situsnya masing-masing. Melalui cara itu, mereka dapat mencegah berita itu disalahgunakan.

"Selama beberapa bulan ke depan, kami juga akan menguji coba fungsi notifikasi ini untuk berita yang berkaitan dengan Covid-19," tutur John.

300 Ribu Konten Tiap Hari Dimoderasi

Sebagai informasi, moderator konten di Facebook tiap harinya meninjau sekitar tiga juta konten yang telah ditandai atau dilaporkan oleh pengguna.

Karena begitu banyaknya konten yang harus dimoderasi, CEO Facebook Mark Zuckerberg pun mengakui, para moderator bahkan membuat kesalahan 1 kali dari setiap 10 kasus.

Itu artinya, ada sekitar 300 ribu konten yang salah dimoderasi tiap harinya. Demikian sebagaimana dikutip dari Forbes, Kamis (11/6).

Menurut laporan NYU Stern, salah satu penyebabnya banyaknya kesalahan adalah perusahaan media sosial itu telah menyerahkan pekerjaan ini kepada pihak lain di luar karyawan internal Facebook secara outsourcing.

Facebook mempekerjakan sekitar 15 ribu orang moderator konten baik secara langsung maupun tidak langsung. Jika ada sekitar 3 juta unggahan untuk dimoderasi tiap harinya, rata-rata 200 konten dimoderasi oleh satu orang.

Lebih detailnya lagi, per orang harus menyelesaikan pekerjaan moderasi sebanyak 25 konten per jam sepanjang delapan jam shift kerja.

Kurang lebih, satu orang butuh waktu 150 detik untuk memutuskan apakah sebuah unggahan melanggar standar komunitas atau tidak.

Bagaimana kalau yang ditelaah adalah video berdurasi 10 menit? Itu artinya, seorang moderator paling hanya memiliki beberapa detik untuk unggahan lainnya. Pekerjaan moderasi konten pun dianggap bukan pekerjaan mudah.

Sumber: Liputan6.com

Reporter: Agustinus Mario Damar

Rekomendasi