Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara menilai Facebook termasuk media sosial yang bandel. Berdasarkan catatan internalnya, Facebook kurang kooperatif terhadap laporan yang disampaikan pemerintah terkait konten-konten negatif.
"Saya selalu katakan bahwa Facebook itu performance-nya setengah. Yang diminta untuk take down, hanya 50 persen yang dilakukan. Tapi sekarang udah naik ke 68 persen," jelas Menkominfo kepada awak media di Gedung Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), Jakarta, Senin (7/5).
Menurutnya, angka itu merupakan parameter penilaian yang dilakukan oleh Kemkominfo kepada media sosial. Terutama soal bagaimana menghandel konten negatif.
"Ini merupakan evaluasi penilaian dari Kemkominfo bagaimana kerja sama Facebook untuk menghandel konten negatif," katanya.
Sebelumnya, Menkominfo sendiri pernah mengatakan bahwa perusahaan media sosial itu tak semuanya kooperatif dengan permintaaan pemerintah. Dari sembilan penyedia platform, tiga di antaranya hanya memenuhi 50 persen permintaan dari pemerintah (soal pengelolaan konten).
"Dari 9 platform media sosial maupun messenger, 3 di antaranya kurang kooperatif. Facebook itu masuk yang tak patuh. Sementara ada dua lagi yang besar-besar," tambahnya.
Sembilan platform yang dimaksud antara lain, Facebook +Instagram, Twitter, Google+YouTube, Telegram, Line, BBM, Bigo, Live Me, dan Metube. Untuk diketahui, informasi mengenai performa pelaku penyedia layanan over-the-top ini dibagi dalam tiga penilaian, yakni permintaan penurunan (requested), jumlah yang dipenuhi (fullfilled), dan tingkat penanganan (outstanding).