Kementerian Komunikasi dan Informatikan (Kemkominfo) akan meluncurkan mesin sensor internet. Mesin sensor internet ini berbasis crawling. Tujuan direalisasikan langkah ini untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pemberantasan konten negatif di Internet. Sebelumnya, Kemkominfo telah merilis sistem ticketing untuk pengaduan konten-konten yang berunsur negatif melalui Trust Positif.
Menurut Dirjen Aplikasi dan Informatika (APTIKA) Kemkominfo, Semuel A. Pangerapan, mesin sensor ini ditargetkan akan mampu menapis seluruh konten-konten negatif dengan lebih cepat. Setidaknya, 50 persen konten negatif yang berseliweran di jagad internet akan bisa ditapis kala mesin dioperasikan.
“Selama ini pelaporan melalui situs Trust Positif diproses secara manual. Sementara, laporan mengenai konten negatif yang masuk itu banyak dan baru sedikit yang telah diproses. Jadi kalau ada mesin itu nanti, bisa lebih cepat dan otomatis karena menggunakan crawling,” ujar pria yang akrab disapa Semmy saat konferensi pers di Gedung Kemkominfo, Jakarta, Senin (9/10).
Dijelaskan lebih jauh oleh Semmy, pengoperasian mesin sensor ini akan ditargetkan pada Januari 2018 mendatang. Proses instalasi dari sisi teknis, direncanakan akan selesai pada akhir Desember 2017.
“Sebelumnya kami pastinya uji coba dulu dan disesuaikan dengan keinginan kami,” kata dia.
Proses lelang mesin sensor itu sejatinya telah dilakukan pada 30 Agustus 2017. Sebanyak 72 peserta seleksi kala itu yang mendaftar. Namun saat proses pengecekan dokumen prakualifikasi, hanya 21 peserta yang dinyatakan lolos. Kemudian, setelah diseleksi kembali, hanya 6 peserta yang lolos tahap berikutnya. Dari 6 peserta itu, cuma 2 peserta yang mengirimkan dokumen administrasi, teknis, dan harga.
Dari 2 peserta itu, Kemkominfo menetapkan PT INTI sebagai pemenang. Harga penawaran yang diajukan PT INTI adalah Rp 198 miliar dengan harga terkoreksi Rp 194 miliar. Adapun proses pembayaran proyek menggunakan mekanisme "lump sum". Maksudnya, biaya yang akan dibayarkan cair setelah semuanya selesai.