Teknologi ini diklaim mampu kurangi tragedi saat musim haji

Alat ini bisa dipakai untuk berkomunikasi meski tanpa internet atau sinyal seluler

Bramy Biantoro
Oleh Bramy Biantoro - Reporter
Teknologi ini diklaim mampu kurangi tragedi saat musim haji
Jemaah haji wukuf di Padang Arafah. ©2015 REUTERS/Ahmad Masood

Tragedi Mina saat musim jadi bulan September lalu diklaim membawa korban jiwa sekitar 2.268 orang. Insiden yang memilukan itu lantas membuat ilmuwan berupaya melahirkan teknologi yang bisa menghindari terjadinya tragedi yang sama di masa depan.

Berdasarkan beberapa survei, ibadah haji di bulan September 2015 setidaknya dijalankan oleh 2 juta jemaah dari berbagai negara di dunia. Tak ayal, tingkat kepadatan dari kerumunan jemaah sangat tinggi, mencapai 6 orang per meter persegi. Angka itulah dinilai tidak aman dan berpotensi berdampak buruk bila terjadi insiden, seperti tragedi Mina.

Sekelompok insinyur dari Pakistan lantas mengembangkan sebuah gelang pintar khusus untuk jemaah haji. Gelang tersebut dilengkapi dengan sebuah aplikasi yang memungkinkan jemaah untuk berkomunikasi dua arah melalui suara.

Hajj Guider
Hajj Guider

Selain itu, jemaah juga dapat mengetahui lokasi satu sama lain, memberikan instruksi atau arahan, dan mendapat arahan untuk sampai ke lokasi tujuan selama haji. Alat ini dinamakan 'Hajj Guider' oleh start-up asal Pakistas itu.

Menariknya, gelang pintar ini bisa bekerja tanpa koneksi internet menggunakan teknologi jaringan yang masih dirahasiakan. Gelang ini juga dianggap bisa menggantikan smartphone yang aksesnya terbatas sinyal dan daya baterai. Sehingga lebih dianggap lebih efektif untuk menghindari insiden serupa tragedi Mina.

"Kami menyadari bahwa aplikasi smartphone memiliki batas, seperti sinyal seluler dan baterai. Jadi, kami memutuskan untuk fokus membuat gelang pintar yang memungkinkan para jemaah untuk melacak satu sama lain, misalnya dengan menekan tombol panik dalam keadaan darurat dan berkomunikasi secara offline," ujar Moeez Qadari, salah satu pendiri start-up asal Pakistan itu, Forbes (27/10).

Rencananya, gelang pintar ini bakal dijual dengan harga di bawah USD 100 (setara Rp 1,3 jutaan) dan diharapkan sudah tersedia untuk umum di bulan Haji 2016.

Rekomendasi