Banyak pakar internet hadir di acara APNIC 40

Salah satu narasumber APNIC 40 adalah Johar Alam Rangkuti, Chairman dari Internet Data Centre (IDC) Indonesia

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Banyak pakar internet hadir di acara APNIC 40
APNIC 40. ©2015 Merdeka.com

Indonesia di tahun ini menjadi tuan rumah acara bergengsi dan penting soal internet di kawasan Asia Pasifik, yakni APNIC 40 yang diadakan di Jakarta. Dalam pertemuan kali ini akan banyak dibahas seputar isu-isu besar di seluruh kawasan Asia Pasifik.

Tak ketinggalan beberapa pembicara ahli di bidang internet se Asia Pasifik pun turut hadir pada acara tersebut. Sehingga, akan banyak informasi yang didapatkan dalam acara itu.

"APNIC 40 memberikan para network engineer Indonesia – para pembangun jaringan lokal maupun nasional – kesempatan untuk belajar langsung dari pakar-pakar Internet dunia yang akan menyampaikan berbagai informasi terkini tentang pengoperasian jaringan yang efektif, aman dan andal," ujar Sanjaya, Deputy Director General, APNIC.

Adapun narasumber yang hadir dalam acara APNIC 40 ini adalah Barry Greene, salah seorang yang paling berpengalaman dalam layanan keamanan internet di industrinya yang menyampaikan pendekatan praktis pengamanan Internet untuk penyelenggara jasa Internet dan jaringan korporasi.

Selain Greene, ada juga Johar Alam Rangkuti, Chairman dari Internet Data Centre (IDC) Indonesia dan Administrator dari OpenIXP. Johar menyampaikan hasil eksperimen yang menghubungkan tiga Internet exchange di Indonesia, Malaysia dan Filipina.

Kemudian, Remco Van Mook yang membahas tentang apakah mungkin membangun Internet exchange hanya dengan biaya USD 1.000.

Di sisi lain, Sanjaya mengutarakan gelaran konferensi APNIC 40 di Jakarta, pada dasarnya telah diputuskan semenjak dua tahun silam. Bergantian dengan kawasan negara-negara lain.

"Diputuskannya semenjak dua tahun yang lalu. Jadi meeting kita itu selalu dirotasi. Setiap enam bulan kita meeting di setiap sub region South East Asia, Pasifik Asia. Nah, sekarang jatahnya south asia. Akhirnya kita pilih di Jakarta. Ini juga berkat kerjasama dengan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII)," ujarnya.

Rekomendasi