Kaspersky Lab: Jailbreak dan Fingerprint bahayakan pemakai Apple Pay

Cukup menggunakan iPhone, semua transaksi pembayaran menjadi beres.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Kaspersky Lab: Jailbreak dan Fingerprint bahayakan pemakai Apple Pay
ilustrasi sensor sidik jari. ©2013 Merdeka.com

Apple Pay baru saja mengumumkan pelebaran jaringannya di Inggris. Sebagaimana diketahui, Apple Pay ini memiliki fungsi bagi pengguna iPhone dan Apple Watch untuk membayar barang dan jasa melalui perangkat mereka.Namun, di balik kegembiraan itu, menurut Researcher Global Research & Analysis Team, Kaspersky Lab – David Emm mengatakan Apple Pay memiliki celah untuk disalahgunakan. Hal itu jika, para pengguna Apple ini melakukan 'jailbreak' terhadap perangkat mereka, karena dapat melucuti built-in security. Sangat penting juga bahwa pengguna Apple tidak membiarkan orang lain menyimpan sidik jari mereka pada perangkat, untuk memastikan bahwa transaksi hanya dapat dilakukankan oleh pemilik perangkat saja.Kendati demikian, dalam Apple Pay data kartu debit atau kartu kredit tidak disimpan dalam perangkat, namun pada sebuah perangkat berupa token khusus (Device Account Number) dan kriptogram yang dihasilkan per transaksi. Hal ini mengurangi peluang data kartu dari pemakai Apple Pay bisa dicuri - bahkan jika token dan kriptogram disadap, tidak akan mungkin Apple Pay tersebut dapat dipergunakan. Sebab pihak merchant tidak menyimpan data kartu debit atau kartu kredit, maka apabila ada pelanggaran terhadap sistem mereka tidak akan berdampak kepada data kartu dari pemakai Apple Pay.Seperti yang kita ketahui bahwa Apple Pay dapat digunakan oleh para pengguna Apple sebagai alat pembayaran yang praktis sehingga mereka tidak perlu lagi membawa uang tunai atau kartu kredit untuk membeli sesuatu. Cukup menggunakan iPhone, semua transaksi pembayaran menjadi beres. Baru-baru ini, Apple Pay mulai merambah pasaran global dan sudah bisa digunakan bagi para pelanggan iPhone 6 dan iPhone 6 Plus yang berada di luar Amerika Serikat. Inggris menjadi target pasar pertama di luar Amerika Serikat yang bisa menikmati layanan pembayaran mobile tersebut."Perluasan layanan Apple Pay ke pasar Inggris memungkinkan pelanggan Appel menggunakan perangkat mereka untuk melakukan pembayaran nirkontak (contactless payment). Setelah pengguna Apple di Inggris memasukan data kartu kredit atau kartu debit mereka pada perangkat, maka mereka memiliki cara yang nyaman dan praktis untuk melakukan pembayaran hingga 20 Poundsreling tanpa perlu mengeluarkan kartu debit atau kartu kredit mereka. Layanan ini tersedia bagi siapa saja yang memiliki iPhone 6, iPhone 6 Plus dan Apple Watch - yaitu perangkat Apple dengan NFC (Near Field Communication) chip," ujarnya.

Rekomendasi