Teknologi ini mampu deteksi sapi siap kawin

Menurut Made, berdasarkan data Fujitsu, perkawinan sapi yang bagus itu sekitar pukul 08.00 pagi dan 22.00.

Dedi Rahmadi
Oleh Dedi Rahmadi - Reporter
Teknologi ini mampu deteksi sapi siap kawin
Ilustrasi sapi. ©2013 Merdeka.com/Shutterstock/Gerard Koudenburg

Perusahaan teknologi Fujitsu merambah bisnis solusi industri untuk peternakan sapi di Indonesia. Solusi itu bernama Ghuyo SaaS Solution mampu mendeteksi sapi siap untuk dikawinkan dengan mendeteksi langkah hewan mamalia itu sejauh 150 meter."Kaki sapi jantan dan betina dipasangkan alat bernama pedometer kemudian pedometer itu akan mengirim sinyal perilaku sapi ke receiver antenna. Dari situ, data akan masuk ke server komputasi awan (cloud) kami di Jepang lalu diproses. Tak lama, peternakan itu menerima data apakah sapi ini siap kawin atau belum melalui SMS atau email," ujar Country Head Application Services Fujitsu Indonesia, Made Sudharma di Lombok, NTB, Jumat (13/12).Menurut Made, berdasarkan data Fujitsu, inseminasi atau perkawinan sapi yang bagus itu sekitar pukul 08.00 pagi dan 22.00. Sapi yang potensial untuk inseminasi dipersiapkan dengan dimasukkan ke kandang lalu dikawinkan. Solusi itu sudah bisa dimanfaatkan bagi peternak sapi yang masih pemula."Karena kegagalan melihat kesempatan (reproduksi) itu menjadi berkurang, itu benefit dari solusi yang kami miliki. Jadi mereka tak perlu memerlukan bank data yang besar, tapi mereka bisa memanfaatkannya," jelas Made.Made menuturkan, Ghuyo tak hanya mampu memberikan data sapi yang siap dikawinkan namun solusi itu bisa mendeteksi sapi yang mengalami gangguan kesehatan agar terhindar dari sakit yang lebih parah lagi."Solusi Ghuyo ini sudah dioperasikan oleh 1.400 peternakan sapi di Jepang. Menurut kami, Indonesia adalah negara potensial untuk solusi teknologi ini," kata dia.

Rekomendasi