Terjawab sudah teka-teki seperti apa nasib BlackBerry pada tanggal 4 November ini. Selain mengganti kepala tertingginya, Thorsten Heins, BlackBerry kini juga berada di bawah 'pemilik' baru, Fairfax Financial.
Sengaja tulisan pemilik diberi tanda petik mengingat Fairfax sebenarnya tidak menguasai perusahaan yang berbasis di Waterloo ini. Seperti yang tertulis dalam rilis persnya (4/11), Faixfax memilih untuk meminjamkan uangnya pada BlackBerry sebesar USD 1 miliar.
Uang ini sendiri sebagian besar akan berbentuk investasi privat. Sementara, USD 250 juta lainnya akan berbentuk surat utang.
Dengan jumlah ini sendiri, boleh dibilang bahwa Fairfax kini menjadi pemegang 16 persen saham BlackBerry. Angka yang cukup besar, meskipun jauh dari cukup untuk menguasai sepenuhnya kepemilikan BlackBerry.
Sebelumnya, BlackBerry sendiri menargetkan bahwa unit bisnisnya akan dijual dengan harga sekitar 287,7 persen dari keseluruhan saham. Namun, karena Fairfax tak mampu memberikan dana yang diminta, maka uang akuisisi ini pun dirupakan dalam bentuk utang berjangka tujuh tahun.