Akankah BlackBerry benar-benar temui ajalnya?

Sampai sekarang belum ada pihak yang serius membeli BlackBerry.

Dwi Andi Susanto
Oleh Dwi Andi Susanto - Reporter
Akankah BlackBerry benar-benar temui ajalnya?
BlackBerry © Canada.com

Beberapa hari yang lalu kabarnya sudah ada pihak yang tertarik untuk membeli BlackBerry secara personal. Namun, pada kenyataannya, hal tersebut masih berupa rumor dan sampai sekarang, belum ada yang berminat akan perusahaan asal Kanada ini.Sebelumnya, rumor yang santer beredar adalah seorang konglomerat bernama Prem Watsa telah menyiapkan beberapa triliun dollar Amerika untuk membeli BlackBerry. Pengerucutan Watsa sebagai kandidat terkuat pembeli BlackBerry didasarkan karena salah satunya dia merupakan teman lama Mike Lazaridis, pendiri perusahaan asal Kanada tersebut.Sayangnya, isu tentang akan dibelinya BlackBerry oleh Watsa sampai sekarang masih simpang siur dan masih menjadi rumor belaka karena baik dari pihak Watsa sendiri atau BlackBerry juga belum memberikan konfirmasi resminya.Dikutip dari tulisan di Ottawa Citizen (12/09), pada kenyataannya, sampai detik ini belum ada pihak yang benar-benar serius untuk membeli BlackBerry.Memang sebelumnya, ada banyak rumor beredar seperti contohnya bahwa dikait-kaitkannya Samsung, Microsoft, ZTE, Lenovo sampai Huawei sebagai kandidat pembeli perusahaan ini.Namun, semuanya terbantahkan setelah dari beberapa pihak menyatakan tidak tertarik untuk membelinya. Para petinggi BlackBerry juga memberikan tenggat waktu sampai bulan November untuk menunggu pembeli yang serius. Apabila sampai bulan tersebut tidak ada pihak yang serius untuk membelinya, ada wacana atau opsi lain yaitu diadakan pelelangan perusahaan.Menjadi satu hal yang cukup ironis karena beberapa tahun lalu, BlackBerry menjadi satu perusahaan yang cukup diperhatikan karena inovasinya berhasil mengubah tatanan dunia mobile dari ketergantungan akan feature phone ke perangkat mobil pintar, walaupun di kala itu sudah ada PDA yang beredar.Namun kini, banyak analis yang mengatakan bahwa apabila sampai tidak ada yang berani dan mau membeli BlackBerry, kemungkinan terbesar adalah BlackBerry benar-benar akan menemui 'ajal.'

Rekomendasi