Siapa bilang iTunes masih menjadi tempat yang paling aman?

Kemungkinan, iTunes akan bergabung dengan 'toko' penjual aplikasi lain dan tidan lagi menjadi tempat yang aman.

Dwi Andi Susanto
Oleh Dwi Andi Susanto - Reporter
Siapa bilang iTunes masih menjadi tempat yang paling aman?
iTunes © 2013 Merdeka.com

Selama ini ada anggapan bahwa iTunes adalah 'tempat berjualan' aplikasi yang lebih aman dibandingkan Google Play atau tempat lainnya. Kemungkinan anggapan tersebut sebentar lagi tidak lagi berlaku.Sebuah tim yang berisikan para peneliti dari Georgia Tech mendemonstrasikan sebuah temuannya yaitu cara bagaimana memasukkan malware ke iTunes tanpa terdeteksi.Tielei Wang, pimpinan penelitian tersebut menjelaskan bahwa mereka membuat satu aplikasi 'abal-abal' bernama Jekyll dan berhasil menembus ketatnya keamanan di iTunes.Cara kerja dari Jekyll adalah dengan mendaftar terlebih dahulu ke Apple sebagai aplikasi baru. Tentu saja, sebelum mendaftar tersebut, Jeckyll hanyalah aplikasi biasa tanpa malware.Pengembang aplikasi tersebut akan menyelipkan sebuah malware setelah Jackyll telah mendapatkan 'restu' dari Apple untuk dapat bergabung dengan aplikasi lain di iTunes.Vulnabiriti dari Jeckyll sangat tertata rapi dan tertanam langsung di dalam kode-kode kembangan aplikasinya. "Bahkan, walaupun dengan menggunakan proses yang lama untuk menganalisisnya, mereka (Apple) tidak akan dapat menemukan kejanggalan dari Jeckyll," jelas Wang seperti dikutip oleh Computer World (20/08).Setelah berhasil menginfeksi perangkat milik pengguna produk Apple, maka malware tersebut dapat beroperasi secara sendiri, seperti mengirimkan twit, email, pesan teks tanpa diketahui pemiliknya bahkan juga dapat mencuri Unique Device ID di dalam iPhone serta menghidupkan kamera atau melakukan panggilan.Dari penjelasan serta temuan para peneliti ini, maka dapat dikatakan bahwa tidak ada tempat yang aman, bahkan untuk iTunes yang sampai sekarang ini dicap sebagai 'toko' paling aman karena selektivitas dari Apple.

Rekomendasi