140 Karakter penuh fitnah dan provokasi

Dibalik fungsinya sebagai media komunikasi, Twitter juga sering digunakan untuk hal negatif.

Alvin Nouval
Oleh Alvin Nouval - Reporter
140 Karakter penuh fitnah dan provokasi
Twitter. ©2013 Merdeka.com/Shutterstock

Sejatinya, jejaring sosial seperti Twitter dan Facebook adalah sarana berkomunikasi modern yang sangat efektif. Namun, saking efektifnya sarana ini, sering disalahgunakan untuk tindakan fitnah hingga provokasi.

Di Indonesia contohnya, kegiatan provokasi dan fitnah yang sering dilayangkan lewat jejaring sosial disebut-sebut dilakukan oleh akun bernama @triomacan2000. Lewat Twitter, akun anonim ini sering melontarkan tweet-tweet provokatif dan mengundang reaksi negatif dari sang korban.

Belakangan ini, yang jadi korban terbaru @triomacan2000 adalah Menteri Koperasi dan UKM Syarief Hasan. Disebutkan, bahwa istri dari Syarief Hasan, Inggrid Kansil, pernah main 'kuda-kudaan' dengan anak dari istri terdahulunya.

Hal ini pun sontak menimbulkan kemarahan dari Syarief maupun Inggrid. Keduanya pun kemudian melaporkan masalah ini ke Polda Metro Jaya.

"Saya mau melaporkan TrioMacan2000 yang melakukan fitnah terhadap keluarga saya, ini cyber crime," ujar Syarief Hasan di Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK), Polda Metro Jaya, Jakarta, kepada merdeka.com (16/5).

Selain @triomacan2000, provokasi serupa juga sering dilakukan oleh pengacara yang juga istri dari penyanyi Nia Daniati, Farhat Abbas. Lewat akun Twitter pribadinya, @farhatabbaslaw, Farhat pernah mengkritisi kinerja Ahok dan memicu perseteruan panjang di antara keduanya.

Di luar negeri sendiri, provokasi dari Twitter nyatanya juga mampu menimbulkan reaksi berantai yang sangat besar. Bahkan, bisa menggulingkan sebuah rezim pemerintahan.

Kita ambil contoh saja di Mesir, pada 2011 lalu, Husni Mubarak harus rela digulingkan secara paksa dari tahtanya akibat pergolakan di negeri para Fir'aun tersebut. Siapa sangka, kudeta rakyat ini diawali oleh sebuah tweet yang mampu menggerakkan jutaan massa.

Dari sini, menarik untuk dilihat, meskipun pernyataan ini dilontarkan melalui jejaring sosial, nyatanya memang aktif untuk menciptakan suasana panas dan tegang. Hal ini terlihat dari adanya kemarahan dan balasan dari pihak korban hingga mau membawanya ke pihak berwenang.

Memang, sebagai jejaring sosial microblogging, Twitter dikenal sangat efektif untuk menyebarkan berbagai pendapat maupun pandangan mengenai sesuatu. Menurut Free Market Media Group (23/8/2011), hal ini dikarenakan Twitter mampu membuat apapun yang dikicaukan menjadi sangat mungkin untuk menimbulkan reaksi berantai.

Sehingga, bisa disimpulkan bahwa Twitter ternyata bisa menjadi sebuah pedang bermata dua. Jika digunakan dengan baik, bisa menyambung tali silaturahmi. Namun, jika disalahgunakan, fitnah dan provokasi yang nantinya akan terjadi.

Rekomendasi