Dengan semakin meningkatnya kebutuhan orang akan gadget, saat ini sudah banyak pengiklan yang mulai meninggalkan televisi. Beberapa dari mereka bahkan sudah mencoba untuk mengekspansi layar-layar yang lebih kecil, seperti ponsel dan tablet.
Hal inilah yang didapat dari talk show dengan tema Multiscreen pada ajang Traceroute Internet Party 2013 yang diliput oleh merdeka.com (14/4). Dalam bincang-bincang santai ini, diperbincangkan pula strategi yang harusnya mulai dipikirkan oleh para pegiat teknologi nasional yang harusnya menyadari potensi tersembunyi dari ponsel dan gadget lainnya.
Hal ini dikarenakan televisi yang sudah tidak lagi menjadi pilihan utama untuk orang mencari informasi. Bahkan, Izak Jenie dari Nexian malah mengungkapkan bahwa iklan di televisi sudah tak relevan lagi saat ini.
Ini semua dikarenakan sudah tidak banyak lagi yang menonton televisi lebih dari tiga jam sehari. Kebanyakan, sudah pindah ke ponsel dan gadget lainnya. "Kalau internetan di depan ponsel atau tablet banyak yang lebih dari 3 jam dalam sehari, dan jumlahnya akan terus meningkat di masa-masa mendatang," ujar Izak.
Lebih lanjut, tingkat keterlibatan pengguna dalam ponsel pun cukup tinggi dibandingkan dengan televisi. Jika lewat ponsel, pengguna bisa menulis UNREG jika mereka keberatan dengan konten tertentu.
Hal ini berbeda dengan penikmat televisi yang hanya bisa diam saja. "Sedangkan di televisi, kita sepertinya pasrah saja menerimanya, paling kalau tidak berkenan ya tinggal pindah channel saja," tuturnya.
Hal inilah yang seharusnya sudah mulai diperhatikan oleh para pemerhati teknologi nasional. Terlebih, perkembangan teknologi di Indonesia sudah bisa dibilang advanced jika dibandingkan dengan negara-negara Asia lainnya.
Jadi, memang sudah tidak ada alasan lagi untuk tetap menggunakan media konvensional seperti televisi. Izak pun bahkan menginginkan seharusnya rating iklan yang sering disediakan oleh Nielsen mulai mencantumkan layar selain televisi, dalam hasil riset mereka.
Meski begitu, tidak mudah memang memindahkan segala konten yang ada di televisi ke dalam layar yang lebih kecil. Namun, ini bukanlah hambatan jika kita mulai menggarapnya secara serius.
"Seperti misalnya digital advertising yang sering muncul di televisi, bagaimana bisa memindahkannya ke dalam ponsel, ini yang jadi tantangan bersama," ungkap Sri Handayani, CEO IDC.