Sebuah festival musik digelar di daerah Las Vegas, Amerika Serikat pada bulan lalu. Dalam acara yang berjudul Coachella Valley Music and Arts Festival tersebut, penonton acara tersebut dibuat tercengang dan histeris dikarenakan munculnya satu sosok reaper yang telah meninggal pada tanggal 13 September 1996 silam yaitu Tupac Shakur.Nampaknya, ide untuk 'membangkitkan' Tupac Shakur dalam versi hologram tersebut menginspirasi gitaris band legendaris Queen Brian May untuk 'menghidupkan' kembali sosok sang vokalis yaitu Freddie Mercury.
Menurut May, pada saat dihelatnya ulang tahun ke 10 acara We Will Rock You di London Dominion Theatre tersebut, Freddie akan tampil tidak dalam bentuk hologram seperti Tupac Shakur namun dalam bentuk ilusi optik lainnya.Menurut Cnet.com, May dan crewnya akan menggunakan efek asap dan cermin dengan sedikit sentuhan teknologi modern. Efek yang dikenal dengan nama Pepper Ghost tersebut akan menggunakan efek pencahayaan untuk merefleksikan gambar atau sebuah obyek ke permukaan dua dimensi.
Apabila May benar-benar akan 'menghidupkan' sang vokalis dengan teknik ini, bisa dibilang teknologi yang digunakan May adalah teknologi low-end, karena teknologi semacam ini kerap digunakan dalam acara hiburanseperti sulap.Seperti yang tertulis dalam En.Wikipedia.org, ilusi optik Pepper Ghost ini adalah teknik yang kerap digunakan dalam sebuah acara teater dan acara-acara sulap. Teknologi ciptaan John Henry Pepper ini menggunakan lempengan kaca dan spesial efek cahaya yang berfungsi untuk membuat obyek muncul atau juga menghilang tiba-tiba.
Apabila, teknologi Pepper Ghost dikatakan ketinggalan zaman, mengapa May akan menggunakan teknologi ini daripada menggunakan teknologi yang digunakan untuk 'menghidupkan' Tupac Shakur? Apakah malu? Atau hal lainnya?