NASA Siapkan Proyek Untuk Deteksi Air di Bulan

Kamis, 31 Oktober 2019 06:00 Reporter : Indra Cahya
NASA Siapkan Proyek Untuk Deteksi Air di Bulan Permukaan Bulan. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - NASA akan mengirim sebuah robot ke bulan pada 2022 mendatang. Robot yang ukurannya sebesar mobil golf ini, akan bertugas untuk mencari sumber air di permukaan bulan.

Dalam pernyataan NASA, upaya ini dilakukan untuk mengevaluasi keberadaan air, sebelum manusia direncanakan menempuh perjalanan ke bulan pada 2024.

Sumber air tersebut diperlukan untuk persediaan minum astronot dan untuk membuat bahan bakar roket.

Sebagaimana dikutip Reuters via Tekno Liputan6.com, robot bernama VIPER ini akan berkendara di permukaan bulan yang berdebu untuk melihat kantong-kantong bawah tanah yang dikatakan oleh administrator NASA Jim Bridenstine.

Bridenstine menyebutkan, kantong-kantong bawah tanah ini berisi "ratusan juta ton air es" yang mampu mengubah Bulan menjadi titik tolak ke Mars.

"VIPER akan mencari keberadaan air es tersebut. Kami akan bisa mengenali air es tersebut dan mengebornya," kata Bridenstine.

Ia menyebut, hal ini penting dilakukan. Menurutnya, karena air es mewakili sesuatu yang signifikan, yakni dukungan manusia untuk hidup.

VIPER merupakan kepanjangan dari Volatiles Investigating Polar Exploration Rover. Rover ini diperkirakan akan tiba di wilayah kutub selatan bulan pada Desember 2022.

1 dari 1 halaman

Bawa Empat Instrumen

Rover ini akan membawa empat instrumen untuk sampel tanah bulan, untuk jejak hidrogen dan oksigen.

Keduanya merupakan komponen dasar air yang dapat dipisahkan dan disintesis menjadi bahan bakar untuk armada lunar komersial yang direncanakan meluncurkan kendaraan.

Dalam pengembangan di Pusat Penelitian Ames NASA di California, robot VIPER akan mencatat data selama 100 hari di bulan.

Data ini berisi mengenai informasi peta sumber daya air global pertama bulan.

NASA sendiri tengah dalam proses memulai program Artemisnya. Program ini menjadi misi percepatan untuk datang ke bulan, pertama kalinya sejak 1970-an.

Tujuannya adalah untuk melatih dan membuktikan teknologi yang nantinya akan dikirim ke Mars.

Para ilmuwan pun telah mengamati ketersediaan air di bulan sebagai sumber daya utama yang memungkinkan misi astronot jangka panjang di bulan.

VIPER akan berusaha mencari tahu mengenai ketersediaan beserta jumlah volume air yang ada di sana.

Sumber: Liputan6.com
Reporter: Agustin Setyo Wardani [idc]

Baca juga:
Anjing dan Kucing, Mana yang Lebih Cerdas?
Ini Penjelasan Ilmiah Soal Perut Pria yang Makin Tua Makin Buncit
Melihat Beragam Produk Science dari Berbagai Negara di Indonesia Science Expo 2019
Ilmuwan Klaim Temukan Kehidupan di Mars, NASA Membantah
Perubahan Iklim, Ilmuwan Sebut 10 Kota ini Akan 'Hancur' Dalam 80 Tahun
NASA Deteksi Adanya Suara Aneh di Mars, Apa Itu?

Topik berita Terkait:
  1. Sains
  2. NASA
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini