Sebuah kisah yang menginspirasi datang dari barat daya China, tepatnya di Provinsi Yunnan. Seorang ayah yang berprofesi sebagai petani sayur telah menyentuh hati banyak orang di seluruh negeri setelah kisah pengorbanannya demi anaknya yang difabel menjadi viral.
Selama lebih dari satu dekade, pria ini—yang namanya tidak disebutkan dalam laporan media—telah menggendong putranya, Chuan Zhuyu, ke sekolah setiap hari tanpa henti. Chuan mengalami kelainan neuromuskular langka, yaitu congenital myasthenia, yang menyebabkan ia tidak dapat menggunakan kakinya.
Namun, kondisi tersebut tidak menghalangi semangatnya untuk belajar dan cinta yang luar biasa dari sang ayah. Tahun ini, kerja keras mereka membuahkan hasil yang manis. Chuan berhasil meraih skor 624 dari 750 dalam ujian masuk universitas nasional Tiongkok yang sangat kompetitif, gaokao. Ia menjadi siswa dengan nilai tertinggi di bidang sains di sekolah menengahnya.
"Anak saya senang dengan hasilnya, dan saya juga puas," ungkap sang ayah dengan nada sederhana namun penuh rasa syukur, seperti yang dikutip oleh SCMP, Kamis (10/7).
Kehidupan sehari-hari mereka bukanlah hal yang mudah. Menurut guru Chuan, Li Qiuyan, sang ayah bangun pagi-pagi sekali untuk bekerja di pasar sebelum kembali ke rumah, lalu menggendong putranya ke sekolah sebelum pukul 8 pagi.
Rutinitas ini dilakukan empat kali dalam sehari—mengantar di pagi hari, menjemput untuk makan siang, mengantar kembali ke sekolah, dan menjemput saat pulang.
"Dia tidak pernah meminta bantuan orang lain dan selalu menggendong anaknya sendiri hingga ke dalam kelas. Semua guru dan murid di sekolah sangat menghormatinya," jelas Li.
Advertisement
Chuan dikenal sebagai siswa yang sangat disukai oleh teman-temannya dan bercita-cita untuk menjadi seorang ahli komputer. Ia memiliki rencana untuk mengambil jurusan ilmu komputer di universitas, meskipun ia belum menentukan di mana ia akan melanjutkan pendidikannya.
Terlepas dari universitas mana yang akan dipilihnya, ayahnya telah memastikan satu hal yang jelas: "Ke mana pun dia pergi untuk belajar, saya akan ikut. Selama dia belajar, saya akan mendampinginya."
Kisah mereka telah memicu reaksi emosional di kalangan banyak warganet di China. "Saya salut kepada ayah hebat dan anak yang rajin ini!" tulis salah satu komentar di media sosial.