Kamera Galaxy S26 dan S26 Plus Disebut Tak Alami Peningkatan, Ini Penjelasannya
Samsung Galaxy S26 dilaporkan akan menggunakan konfigurasi kamera yang sama seperti sebelumnya untuk mengurangi biaya produksi.
Samsung dikabarkan akan meluncurkan smartphone flagship terbarunya, Galaxy S26 series, dalam acara tahunan Galaxy Unpacked 2026.
Meskipun belum ada konfirmasi resmi, Galaxy S26 diprediksi akan menjadi salah satu perangkat baru dari Samsung yang diperkenalkan pada bulan Februari mendatang di Unpacked 2026.
Menjelang peluncurannya, berbagai rumor mengenai Galaxy S26 semakin marak diperbincangkan.
Mengutip laporan dari The Elec pada Sabtu (13/12/2025), Samsung berencana untuk mempertahankan konfigurasi kamera yang telah digunakan sejak tahun 2022 pada Galaxy S26 dan Galaxy S26 Plus.
Diketahui bahwa kedua model ini masih menggunakan kamera utama 50MP, kamera telefoto 10MP dengan zoom optik 3x, serta kamera ultrawide 12MP, yang merupakan spesifikasi yang sama dengan yang terdapat pada Galaxy S25, Galaxy S24, Galaxy S23, dan Galaxy S22.
Sebelumnya, Samsung sempat mempertimbangkan untuk meningkatkan kemampuan kamera pada lini smartphone flagship mereka tahun depan.
Namun, rencana tersebut tidak terlaksana karena perusahaan memutuskan untuk mempertimbangkan strategi harga Apple, yang tidak menaikkan harga iPhone 17.
Keputusan harga dari Apple ini dikatakan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi desain dan perencanaan Samsung untuk Galaxy S26.
Meskipun tetap menggunakan sensor yang sama, perusahaan teknologi asal Korea Selatan ini diyakini akan melakukan penyesuaian dari sisi perangkat keras yang digunakan.
Hal ini dikarenakan desain awal Galaxy S26 sebenarnya dirancang untuk mendukung sensor kamera yang lebih baru.
Samsung Gandeng Perplexity untuk Bixby
Selain itu, Samsung juga dilaporkan sedang mempersiapkan pembaruan signifikan untuk asisten virtualnya, Bixby.
Dalam rangkaian Galaxy S26 yang diperkirakan akan diluncurkan pada awal 2026, Bixby akan dilengkapi dengan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang lebih canggih, bahkan dikatakan mampu bersaing dengan Gemini, Siri, dan Alexa.
Selama ini, Bixby belum mampu menarik perhatian pengguna seperti yang dilakukan oleh Gemini, Siri, atau Alexa.
Meskipun tetap menjadi asisten suara bawaan di beberapa perangkat pintar Samsung, seperti televisi dan peralatan rumah tangga cerdas, keberadaannya di ponsel Galaxy sering kali berada di bawah bayang-bayang Gemini.
Samsung Uji Coba Perplexity
Keterbatasan fitur yang dimiliki oleh Bixby berbasis AI menjadi salah satu faktor yang membuatnya kurang populer di kalangan pengguna. Namun, kabar baiknya, situasi tersebut akan segera berubah.
Samsung dilaporkan tengah menjalin kemitraan dengan Perplexity, perusahaan AI yang merupakan pesaing dari Google DeepMind dan OpenAI, untuk meningkatkan kemampuan chatbot Bixby.
Informasi ini disampaikan oleh Androidauthority, yang mengutip pernyataan seorang pembocor bernama @chunvn8888 di platform X pada hari Sabtu, 29 November 2025.
Ia mengungkapkan bahwa Samsung saat ini sedang melakukan pengujian integrasi Perplexity AI ke dalam perangkat smartphone dan tablet mereka.
Teknologi baru ini diperkirakan akan diperkenalkan secara resmi bersamaan dengan peluncuran seri Galaxy S26 pada tahun 2026.
Uji coba yang sedang berlangsung ini dianggap sebagai langkah persiapan untuk perilisan seri Galaxy S26. Dalam kolaborasi ini, Bixby dan Perplexity diharapkan dapat bekerja sama secara sinergis.
Untuk perintah-perintah sederhana seperti mengatur alarm, mencatat, atau menjalankan fungsi dasar ponsel, Bixby akan tetap menangani semuanya secara mandiri.
Namun, untuk tugas-tugas yang lebih rumit, seperti pencarian informasi dan pengolahan data dari internet, Perplexity AI akan mengambil alih peran tersebut.
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5426749/original/093696900_1764315934-One_UI_8.5_Galaxy_S25_Ultra.jpg)
Samsung Persiapkan Peluncuran Galaxy S26
Di sisi lain, Samsung tengah mempersiapkan peluncuran seri Galaxy S26. Namun, berbagai feedback dari pengguna Galaxy S25 dan Galaxy S25 Ultra menunjukkan adanya beberapa masalah yang belum teratasi.
Menurut laporan dari Digitaltrends pada Minggu (30/11/2025), meskipun performa ponsel Android dari Samsung ini sangat cepat, pengguna di segmen premium mengharapkan lebih.
Dengan harga yang tinggi, perbandingan dengan iPhone dan berbagai merek ponsel Android asal China menjadi sangat jelas.
Oleh karena itu, agar Galaxy S26 benar-benar menjadi produk yang layak untuk dibeli, perusahaan teknologi asal Korea Selatan ini perlu melakukan tiga langkah signifikan, mulai dari peningkatan pengalaman perangkat lunak, perombakan sistem kamera, hingga peningkatan performa.
1. Software yang Lebih Personal dan Cerdas
Samsung memiliki keunggulan dengan Good Lock serta integrasi kecerdasan buatan (AI) dalam One UI. Namun, kompetitor seperti OnePlus dan Google bergerak lebih cepat. Galaxy S26 membutuhkan asisten AI yang lebih mandiri.
Diharapkan asisten AI yang baru ini mampu membantu pengguna dalam mencari file, mengeksekusi perintah, atau memahami isi dokumen tanpa perlu koneksi internet. Perusahaan asal Korea Selatan ini juga dapat menambahkan fitur pembuatan aplikasi mini berbasis AI, yang memungkinkan pengguna membuat automasi dan pemotongan kemeja hanya dengan memasukkan instruksi dalam bahasa alami tanpa harus menulis kode.
2. Kamera Perlu Arah Baru
Meskipun unggul dalam resolusi tinggi dan kemampuan zoom, peningkatan kamera dari Samsung dianggap stagnan dalam beberapa tahun terakhir. Sementara itu, pesaing mereka telah beralih ke sensor besar 1 inci yang mampu memberikan detail dan nada yang lebih natural.
Galaxy S26 Ultra diharapkan dapat menghadirkan teknologi aperture variabel serta sensor utama yang lebih besar. Konsistensi kualitas di semua lensa sangat penting, terutama pada lensa ultrawide dan telefoto. Kerja sama dengan merek fotografi terkemuka dapat memberikan karakter foto yang lebih kuat, sehingga gaya visual khas akan semakin memperjelas identitas Samsung di segmen premium.
3. Performa yang Naik Kelas
Chipset Snapdragon versi khusus belum sepenuhnya dioptimalkan pada seri Galaxy S sebelumnya. Samsung memiliki tantangan besar untuk mengoptimalkan kemampuan chipset baru Qualcomm ini, terutama saat bermain game atau melakukan multitasking.
Sistem pendingin di model non-Ultra juga perlu diperbaiki. Desain yang lebih tebal untuk mendukung sistem pendingin dapat dimaklumi, terutama dibandingkan dengan kinerja yang menurun saat suhu meningkat.
Secara keseluruhan, meskipun dari segi hardware Galaxy S26 diprediksi tidak banyak mengalami perubahan besar, sentuhan optimalisasi pada perangkat lunak dan pengalaman pengguna tetap dapat menjadi faktor penentu utama agar seri ini menarik perhatian pasar di lini produk andalan terbaru mereka.