Ilmuwan Masih Khawatir Adanya Potensi Tabrakan Asteroid Apophis God of Chaos dengan Bumi
Asteroid Apophis tidak diperkirakan menabrak Bumi pada 2029, namun potensi ancamannya di masa depan tetap menjadi perhatian para ahli.
Asteroid besar bernama 99942 Apophis, atau dikenal sebagai 'God of Chaos,' telah mengalami reevaluasi jalur lintasannya, memicu kekhawatiran baru akan kemungkinan bertabrakan dengan Bumi.
Ditemukan pertama kali pada 2004, Apophis sebelumnya diperkirakan memiliki peluang 2,7% untuk menabrak Bumi pada 2029. Namun, pengamatan lanjutan menegaskan bahwa Apophis tidak akan menabrak Bumi pada tahun 2029 atau 2036.
Meskipun demikian, lintasan asteroid yang diperbarui ini menimbulkan kekhawatiran baru tentang potensi ancamannya di masa depan. Mengutip IndianExpress, Kamis (12/9), penelitian terbaru oleh ahli ruang angkasa Kanada, Paul Wiegert, telah kembali memicu diskusi tentang risiko Apophis.
Temuan Wiegert menunjukkan bahwa meski Apophis akan mendekati Bumi, lintasannya bisa berubah jika bertabrakan dengan objek lebih kecil di luar angkasa. Wiegert memperkirakan peluang terjadinya peristiwa semacam itu dan mengubah arah asteroid menuju Bumi adalah sekitar satu banding dua miliar.
Menurut analisisnya, agar lintasan Apophis berubah, diperlukan benturan dengan objek berukuran setidaknya 3,4 meter dengan kecepatan melebihi 510 meter per detik. Dia juga menghitung bahwa meski lintasan asteroid berubah sedikit, kemungkinan diarahkan ke Bumi sangat kecil, hanya 5%.
Untuk memperjelas, peluang terjadinya tabrakan dahsyat kurang dari 1 banding 2 miliar, hampir setara dengan memenangkan lotre berkali-kali. Wiegert menyoroti bahwa Apophis belum terpantau sejak Mei 2021 dan akan tetap demikian hingga 2027 karena posisinya relatif terhadap Bumi dan Matahari.
Meskipun dipastikan bahwa tabrakan sangat tidak mungkin, Apophis tetap menjadi salah satu asteroid terbesar yang mendekati Bumi dalam sejarah terbaru. Ketidakpastian jalurnya, ditambah dengan tantangan pemantauan berkelanjutan, memastikan bahwa asteroid ini terus menjadi perhatian ahli saat mendekati Bumi pada 2029.