Ilmuwan Berhasil Kembangkan Daging Babi Dari Tumbuhan di CES 2020

Selasa, 7 Januari 2020 11:57 Reporter : Indra Cahya
Ilmuwan Berhasil Kembangkan Daging Babi Dari Tumbuhan di CES 2020 Daging Babi Berbasis Tumbuhan Dari Impossible Foods. ©2020 reuters.com

Merdeka.com - Di gelaran CES 2020 yang mulai hari ini, Selasa (Senin waktu AS) 7 Januari 2020, ternyata tak cuma teknologi yang berupa gadget saja yang dipamerkan. Terdapat teknologi pangan yang memanfaatkan tumbuhan untuk menyerupai daging hewan.

Salah satunya adalah daging babi berbahan dasar tumbuhan yang dikembangkan oleh Impossible Foods. Ini adalah daging 'bohongan' yang akan segera disertifikasi halal dan juga kosher (versi halal untuk kaum Yahudi).

Melansir CNet, ini adalah kreasi baru daru Impossible Foods, perusahaan yang berasis di California yang mengembangkan substitusi daging berbahan dasar tumbuhan di laboratorium.

Sebelumnya, mereka telah mengembangkan Impossible Burger, substitusi daging sapi yang rasanya dianggap sama sekali tak berbeda dengan daging sapi. Bahkan, ketika dimasak ada sensasi darah yang menguap layaknya kala memasak daging sapi.

2 dari 2 halaman

Impossible Foods menyebut bahwa kreasinya ini tak cuma vegan, namun juga bebas gluten, serta tidak mengandung sama sekali hormon atau antibiotik hewani.

Dalam testimoninya, CNet menyebut bahwa daging babi 'halal' ini dianggap memiliki tingkat kegurihan yang mirip dengan daging babi.

Impossible Foods sendiri menganggap hal ini sebagai kesempatan bagi mereka yang tak bisa memakan daging seperti vegan, vegetarian, dan berbagai diet lainnya, serta yang memang dilarang memakannya seperti penganut Islam, Yahudi, dan beberapa aliran di Protestan, untuk bisa menikmati sensasinya.

"Produk ini tidak didesain secara spesifik untuk menarget orang yang memiliki larangan relijius untuk memakan babi, namun hal ini penting bagi kami untuk mendapatkan sertifikat halal dan kosher," ungkap CEO dan pendiri Impossible Foods, Pat Brown.

"Untuk Muslim dan Yahudi yang ingin memakan babi, saya ragu itu ada, tapi jika ada, ini adalah kesempatannya," ungkap sang CEO. [idc]

Baca juga:
Manfaatkan Panel LCD, Bosch Kembangkan Teknologi Kaca Mobil Pelindung Matahari
Gunakan Smartphone Saat Petir Apakah Aman? Ini Jawabannya!
Mengapa Manusia Punya Kebiasaan Gigit Kuku Meski Jorok?
Sering Mengumpat Justru Jadi Tanda Orang Cerdas? Ini Alasannya!
Miliki Tim Khusus, Apple Siap Bangun Satelit Sendiri
Pentagon Beritahu Personil Militer Untuk Hindari Tes DNA Komersial
Tidak Seluruh Indonesia, Ini Daerah yang Nikmati Gerhana Matahari Cincin Besok!

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Sains
  3. CES 2020
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini