Eric Schmidt Mantan Bos Google sebut AI akan Lepas Kendali Manusia dalam 5 Tahun
Bukan hal yang mustahil jika AI akan bisa lepas kendali dari manusia pada 5 tahun mendatang.
Mantan CEO Google, Eric Schmidt, memperingatkan bahwa kecerdasan buatan (AI) dapat segera melampaui kemampuan dan menjadi entitas yang tak lagi berada dalam kendali manusia.
Dalam konferensi yang digelar oleh Special Competitive Studies Project, lembaga think tank yang ia pimpin, Schmidt menyampaikan bahwa dalam tiga hingga lima tahun ke depan, para ilmuwan kemungkinan besar akan berhasil menciptakan kecerdasan buatan umum (AGI) yang setara dengan kecerdasan manusia.
“Begitu AI mampu mengembangkan dirinya sendiri dan membuat rencana secara mandiri, ia tidak akan lagi perlu mendengarkan manusia,” ujar Schmidt dalam diskusi tersebut.
Ia menambahkan bahwa tahap selanjutnya dari AGI adalah munculnya kecerdasan super buatan (ASI), yaitu saat AI menjadi lebih pintar dari semua manusia di dunia secara kolektif.
Menurut Schmidt, dalam apa yang ia sebut sebagai “konsensus San Francisco”—istilah yang ia gunakan secara sarkastik—ASI bisa muncul “dalam enam tahun, jika melihat skala perkembangannya sekarang.”
Peringatan ini datang di tengah kekhawatiran global terhadap perkembangan AI yang semakin cepat. Schmidt menyebut bahwa masyarakat belum benar-benar menyadari betapa dalam dan drastis dampak AI super ini terhadap umat manusia.
“Jalur ini belum dipahami oleh masyarakat kita. Kita bahkan belum memiliki bahasa untuk menjelaskan apa yang akan terjadi ketika ini tiba. Itulah mengapa hanya sedikit orang yang memperhatikannya secara serius,” katanya dikutip dari Futurism, Kamis (24/4).
Schmidt juga memperkirakan bahwa siapapun yang berhasil mengembangkan AGI pertama kali akan menjaganya ketat.
Menurutnya, hingga AI mencapai tahap “berpikir bebas” dan memutuskan sendiri untuk bermanfaat bagi manusia, tidak bisa mengharapkan kehadiran asisten digital yang utopis seperti yang dibayangkan dalam fiksi ilmiah.
“Orang-orang belum sepenuhnya memahami apa yang terjadi ketika kecerdasan berada di level ini. Sebagian besar tidak akan bisa dikendalikan,” pungkasnya.
Pernyataan Schmidt memperpanjang daftar tokoh teknologi dunia yang menyerukan perhatian serius terhadap risiko eksistensial dari AI, menyusul peringatan serupa dari tokoh seperti Elon Musk, Geoffrey Hinton, dan Sam Altman.