Advertisement
Penemuan ini ditemukan di salah satu kota di Israel, Yavne.
Penemuan baru menyatakan bahwa batu akik kecubung (amethyst) ternyata pernah jadi obat penangkal mabuk.
Penemuan ini ditemukan di salah satu kota di Israel, Yavne.
Advertisement
Melansir laporan Indy100, Jumat (8/12), Otoritas Kepurbakalaan Israel (IAA) menyatakan bahwa para arkeolog telah menemukan cincin emas dan ungu di kota Yavne, yang dikenal sebagai lokasi kilang anggur terbesar sekaligus pusat pembuatan anggur pada zaman Bizantium.
Cincin itu ditemukan dengan jarak hanya sekitar 150 meter dari tempat ditemukannya amphorae, sejenis toples yang digunakan untuk menyimpan anggur dan berada di tengah sisa-sisa gudang.
Ini bukan kali pertama batu kecubung dikaitkan dengan penangkal mabuk. Kaitan ini pertama kali terjadi dalam mitologi Yunani, yang menyebutkan bahwa batu kecubung diwarnai ungu oleh air mata dewa anggur, Dionysus.
Nama amethyst juga berasal dari kata Yunani kuno amethystos yang bermakna “tidak mabuk” sehingga muncul keyakinan bahwa batu kecubung dapat melindungi pemakainya dari efek mabuk.
Advertisement
Advertisement
“Cincin emas bertatahkan batu kecubung dikenal di dunia Romawi, dan ada kemungkinan bahwa temuan cincin tersebut adalah milik para elit yang tinggal di kota tersebut sejak abad ke-3 M,” kata IAA.
Oleh karena itu, bisa jadi cincin tersebut milik pemilik pabrik anggur yang megah, milik mandor, atau milik pengunjung yang tidak sengaja menjatuhkan cincin berharga tersebut.
Diperkirakan, situs penggalian tersebut berasal dari akhir era Bizantium dan awal periode Islam Awal, sekitar abad ke-7.