Batu Akik Kuno yang Ditemukan di Israel Ini, Diyakini Obat Mujarab Penangkal Mabuk

Penemuan ini ditemukan di salah satu kota di Israel, Yavne.

Fauzan Jamaludin
Oleh Fauzan Jamaludin - Reporter
Batu Akik Kuno yang Ditemukan di Israel Ini, Diyakini Obat Mujarab Penangkal Mabuk
Batu Akik Kuno yang Ditemukan di Israel Ini, Diyakini Obat Mujarab Penangkal Mabuk (© X/Israel Antiquities Authority yy)

Penemuan ini ditemukan di salah satu kota di Israel, Yavne. 

Penemuan baru menyatakan bahwa batu akik kecubung (amethyst) ternyata pernah jadi obat penangkal mabuk.

Penemuan ini ditemukan di salah satu kota di Israel, Yavne. 

Dok. Istimewa
© 2023 merdeka.com

Melansir laporan Indy100, Jumat (8/12), Otoritas Kepurbakalaan Israel (IAA) menyatakan bahwa para arkeolog telah menemukan cincin emas dan ungu di kota Yavne, yang dikenal sebagai lokasi kilang anggur terbesar sekaligus pusat pembuatan anggur pada zaman Bizantium.

Dok. Istimewa
© Unsplash/Levi Meir Clancy

Cincin itu ditemukan dengan jarak hanya sekitar 150 meter dari tempat ditemukannya amphorae, sejenis toples yang digunakan untuk menyimpan anggur dan berada di tengah sisa-sisa gudang.

Ini bukan kali pertama batu kecubung dikaitkan dengan penangkal mabuk. Kaitan ini pertama kali terjadi dalam mitologi Yunani, yang menyebutkan bahwa batu kecubung diwarnai ungu oleh air mata dewa anggur, Dionysus.

Nama amethyst juga berasal dari kata Yunani kuno amethystos yang bermakna “tidak mabuk” sehingga muncul keyakinan bahwa batu kecubung dapat melindungi pemakainya dari efek mabuk.

Cincin ungu yang ditemukan ini belum jelas siapa pemiliknya, tetapi diduga pemiliknya adalah orang kaya atau terpandang.
© X/Israel Antiquities Authority

“Cincin emas bertatahkan batu kecubung dikenal di dunia Romawi, dan ada kemungkinan bahwa temuan cincin tersebut adalah milik para elit yang tinggal di kota tersebut sejak abad ke-3 M,” kata IAA.

Oleh karena itu, bisa jadi cincin tersebut milik pemilik pabrik anggur yang megah, milik mandor, atau milik pengunjung yang tidak sengaja menjatuhkan cincin berharga tersebut.

Diperkirakan, situs penggalian tersebut berasal dari akhir era Bizantium dan awal periode Islam Awal, sekitar abad ke-7.

Rekomendasi