7 Tragedi yang Muncul Karena Kegagalan Fungsi GPS

Selasa, 11 Desember 2018 00:01 Reporter : Indra Cahya
7 Tragedi yang Muncul Karena Kegagalan Fungsi GPS Tragedi yang Muncul Karena Kegagalan Fungsi GPS. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Salah satu teknologi yang paling mempermudah umat manusia adalah GPS. GPS adalah sistem navigasi berbasis satelit yang bisa melacak posisi kita dan menunjukkan arah berdasarkan peta.

Dengan adanya GPS, tak bisa dimungkiri kalau kita cukup tergantung pada katakanlah Google Maps atau Waze untuk pergi ke mana-mana. Terlebih lagi kini ada Ojek dan Taksi Online yang bekerja berdasarkan teknologi ini.

Meski perjalanan kita jadi terasa lebih mudah, ternyata teknologi canggih pun tak bisa terhindar dari cacat. Terdapat beberapa kasus kegagalan GPS yang justru berujung ketidak beruntungan. Nah, berikut deretan tragedi yang muncul karena kegagalan fungsi GPS, seperti dilansir dari Listverse.

1 dari 7 halaman

Tersesat 1500 Kilometer

Tragedi yang Muncul Karena Kegagalan Fungsi GPS. ©2018 Merdeka.com

Setelah dilaporkan oleh anaknya kalau dirinya menghilang, seorang wanita berkebangsaan Belgia berumur 67 tahun bernama Sabine Moreau muncul di hampir 1.500 kilometer dari tempat asalnya. Hal ini dikarenakan ia sekadar mengikuti anjuran GPS.

Melansir dari laporan Telegraph.co.uk, sebenarnya, ia hanya butuh pergi sejauh 61 kilometer untuk pergi ke Brussels, ibukota Belgia. Namun entah karena salah input atau kesalahan GPS, dirinya justru pergi ke Zagreb, Kroasia yang jauhnya hampir 1.500 kilometer.

2 dari 7 halaman

Tersesat ke Tempat Bernama Sama

Tragedi yang Muncul Karena Kegagalan Fungsi GPS. ©2018 Merdeka.com

Pada 2009 lalu, dua orang asal Swedia pergi ke Italia untuk liburan, tepatnya ke kepulauan indah Capri. Namun ternyata di aplikasi GPS, Capri yang dia input adalah Capri yang berbeda. Melansir Telegraph, keduanya justru mendatangi kota Capri yang merupakan kota industri di utara Italia. Sialnya, kota tersebut berada sejauh 640 kilometer dari pulau Capri dan mereka telah sampai.

Padanan kejadiannya jika di Indonesia mungkin begini, Anda ingin pergi dari Jakarta Pusat ke Depok, lalu GPS menunjukkan Anda arah ke Depok, Sleman, Yogyakarta.

3 dari 7 halaman

Ikuti GPS Tenggelam ke Danau

Tragedi yang Muncul Karena Kegagalan Fungsi GPS. ©2018 Merdeka.com

Pada Juni 2011, 3 orang wanita akhirnya berhasil keluar dari mobil Mercedez-Benz yang tenggelam di danau, setelah GPS secara tidak disadari mengarahkannya ke dermaga dan menceburkannya ke danau Mercer Slough di negara bagian Washington, AS. Dari berita yang ditulis Seattle Times, mereka berkendara di malam hari dan di gelapnya malam tersebut mereka hanya bisa mengandalkan GPS. Tanpa sadar, mereka masuk ke danau.

4 dari 7 halaman

Turis yang Mengendara Mobil Menuju Laut

Tragedi yang Muncul Karena Kegagalan Fungsi GPS. ©2018 Merdeka.com

Jika tadi korban GPS hingga masuk danau, di Australia, tiga orang turis Jepang berkendara menuju laut ketika road trip. Hanya mengandalkan GPS, mereka ingin pergi dari Queensland ke pulau North Stradbroke. GPS tak menyebut antara daratan dan pulau, terdapat selat sepanjang 15 kilometer yang merupakan perairan lumpur.

Sialnya, ketika sudah masuk ke lumpur mereka tetap percaya pada GPS dan justru berjalan 500 meter di atas laut yang berlumpur, ditambah terdapat air pasang. Akhirnya mereka meninggalkan mobil rentalnya untuk berenang ke daratan.

5 dari 7 halaman

Salah Jalur Hingga Terjun Dari Jembatan

Tragedi yang Muncul Karena Kegagalan Fungsi GPS. ©2018 Merdeka.com

Pada Maret 2015, sepasang suami istri pergi dari Chicago ke Indiana, mengikuti arahan GPS. Ketika mendekati jembatan, GPS menyarankan mereka untuk tetap lanjut, padahal jembatan tersebut sudah ditutup untuk renovasi sejak 2009. Percaya GPS, mereka mengabaikan imbauan untuk stop dan akhirnya terjun setinggi 11 meter dari jembatan tersebut.

Ini adalah contoh kegagalan GPS untuk memutakhirkan kondisi jalan. Jangan terlalu terpaku pada GPS dan percaya insting Anda jika bepergian.

6 dari 7 halaman

Tersesat Hingga Meninggal

Tragedi yang Muncul Karena Kegagalan Fungsi GPS. ©2018 Merdeka.com

Karena kesalahan GPS yang mengantar seorang perawat berusia 28 tahun dan anaknya yang berumur 6 tahun ke Death Valley National Park di California, AS, mereka tersesat di tengah-tengah gurun yang kering dan panas tersebut. Setelah ditemukan petugas taman nasional satu minggu kemudian, sang ibu tengah pingsan karena dehidrasi, dan sang anak telah meninggal 2 hari sebelum mereka diselamatkan.

Kejadian serupa terjadi di Kanada, di mana sepasang suami istri yang ingin road trip ke AS mengikuti GPS yang mengantarkannya ke jalan pintas yang salah. Sebenarnya jalan pintas tersebut tidaklah salah namun di musim tertentu jadi berbahaya. Mereka tersesat sejauh 9 kilometer tanpa bisa berjalan ke depan maupun kembali. Sang suami yang mencari jalan ke depan akhirnya meninggal sementara sang istri berhasil selamat setelah bertahan di mobil selama 49 hari.

7 dari 7 halaman

Wanita yang Dibunuh Gangster Karena Masuk Area Bahaya

Tragedi yang Muncul Karena Kegagalan Fungsi GPS. ©2018 Merdeka.com

Sepasang suami istri tengah menjalani hari santainya dan memilih untuk berlibur di pantai Niteroi di Rio de Janiero. Naas, mengikuti saran GPS, mereka dilewatkan favela yang terkenal dikuasai oleh gangster, yakni Caramujo favela. Favela sendiri merupakan perkampungan di area kota Rio de Janiero yang citranya kini sedang dikembalikan dari stigma kriminalitas.

Di Caramujo, mobil mereka terjebak di antara para gangster penjual narkoba dan tanpa ampun sang istri ditembak mati oleh seorang gangster. [idc]

Baca juga:
Cegah Adiksi Smartphone, Remaja Mulai Pakai Ponsel Jadul
Mengapa AS dan Negara Barat 'Takut' dengan Huawei?
Jepang Bakal Hentikan Pembelian Peralatan Teknologi Huawei dan ZTE
Canggih, Motor Listrik Ini Dicetak dengan Printer 3D

Topik berita Terkait:
  1. Teknologi
  2. Teknologi Mobil
  3. Top List
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini