Berikut para finalis kontes kecantikan AI pertama di dunia.
10 finalis Miss AI, kontes kecantikan kecerdasan buatan pertama di dunia telah diumumkan. Pengumuman ini disampaikan oleh Penghargaan Kreator AI Dunia Fanvue (WAICA) yang menjadi sorotan di bulan April karena menjadi lembaga pertama yang mengakui bakat dari karakter AI di seluruh dunia.
Para finalis dipilih oleh panel juri yang menyeleksi 10 kandidat karakter AI terbaik dari berbagai belahan dunia seperti Afrika, Amerika Selatan, India, Jepang, Korea Selatan, dan Eropa. Berikut profil singkat 10 kandidat terbaik dilansir dari Indy100, Sabtu (8/6).
Advertisement
Kenza Layli telah menjadi tokoh terkemuka di media sosial. Kontennya yang menarik dan berkontribusi pada pemberdayaan perempuan di Maroko dan Timur Tengah.
Advertisement
Olivia merupakan penjelajah AI di dunia nyata yang menunjukkan potensi positif AI dalam meningkatkan pengalaman manusia.
Advertisement
Tujuan utama Anne, yaitu untuk mempromosikan wilayah Brittany di Prancis melalui berbagai aspek kehidupan di wilayah tersebut.
Advertisement
Zara Shatavari diciptakan sebagai wajah berpengaruh dari produk suplemen alami 'Hermones' yang dirancang untuk mengatasi ketidakseimbangan hormon wanita.
Advertisement
Aiyana adalah suara penerimaan LGBT yang mewujudkan inklusivitas dan mempromosikan cinta dan keberagaman dalam segala bentuk.
Advertisement
Lalina diciptakan dengan tujuan menciptakan karya seni serealistis mungkin dengan gambar yang dihasilkan 100% oleh pembuatnya.
Advertisement
Seren Ay adalah duta merek AI pertama di Turki yang mempromosikan sejarah Turki dan hari libur nasional.
Advertisement
Asena dibuat bertujuan menunjukkan bahwa model AI dapat menjadi influencer dengan memanfaatkan imajinasi, visual yang memukau, dan rasa hiburan.
Advertisement
Eliza Khan adalah salah satu influencer AI pertama di Bangladesh yang merancang konten unik dan realistis.
Advertisement
Ailya adalah seniman Jepang-Afro-Brasil yang fokus pada pasca-fotografi dan pertunjukan.