Hukum Adat
-
News •Tuntut Pencabutan Perda LAD Gowa, Putra Raja Gowa Jadwalkan Aksi Besar 5-6 Agustus 2026Putra Mahkota Kerajaan Gowa Andi Muhammad Imam mendesak pencabutan Perda LAD, menjadwalkan aksi besar pada 5-6 Agustus 2026. Ini adalah Tuntutan Pencabutan Perda LAD Gowa yang telah lama berpolemik.
-
Politik •Pemprov Papua Pegunungan Siapkan Raperdasi-Raperdasus Larangan Perang SukuPemerintah Provinsi Papua Pegunungan tengah merancang Raperdasi dan Raperdasus tentang larangan perang suku untuk mewujudkan kedamaian abadi di delapan kabupaten.
-
News •Pakar: Hukum Adat dalam KUHP dan KUHAP Perjelas Sistem Keadilan RestoratifRektor Unja Prof Helmi menegaskan bahwa Hukum Adat dalam KUHP dan KUHAP baru semakin memperjelas sistem hukum adat, khususnya konsep keadilan restoratif yang berakar pada kearifan lokal.
-
News •Sinergi Adat Pemerintah: Fondasi Penting Pembangunan Hukum di Kalimantan TengahKepala Kanwil Kemenkum Kalimantan Tengah, Hajrianor, menegaskan sinergi adat pemerintah krusial bagi pembangunan hukum daerah, menciptakan kepastian hukum berkeadilan dan menjaga stabilitas sosial di tengah keberagaman Kalimantan Tengah.
-
News •Kanwil Kemenkumham Maluku Genjot Optimalisasi Posbankum untuk Akses Hukum Merata di DesaKanwil Kemenkumham Maluku terus mengoptimalkan peran pos bantuan hukum (posbankum) guna memperluas akses layanan hukum bagi masyarakat hingga tingkat desa, memastikan keadilan dapat dijangkau.
-
News •DPD RI DIY Desak Pengesahan RUU Masyarakat Adat Tahun Ini, Jamin Kepastian HukumDPD RI DIY mendesak pengesahan RUU Masyarakat Adat pada 2026 atau 2027. Langkah ini krusial untuk menjamin kepastian hukum, pengakuan, dan perlindungan hak-hak masyarakat adat di Indonesia.
-
Politik •Kemendagri Dorong Raperdasus Pelarangan Perang Suku di Papua Pegunungan Demi Hukum MengikatKemendagri RI mendorong percepatan Raperdasus Pelarangan Perang Suku di Papua Pegunungan. Langkah ini diharapkan menjadi landasan hukum kuat untuk mencegah konflik berulang dan menciptakan stabilitas daerah.
-
News •Pakar Unand: Hukum Agraria Jalur Tepat Perjuangkan Hak Tanah Adat MasyarakatProf. Kurnia Warman dari Universitas Andalas menegaskan bahwa Hukum Agraria adalah mekanisme efektif bagi masyarakat adat untuk memperjuangkan hak atas tanah mereka, mengakomodasi hukum adat sebagai hukum positif tak tertulis.
-
News •Kukar Perkuat Identitas Bangsa melalui Perlindungan Masyarakat Adat, Wujud Amanat UUD 1945Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) serius memperkuat identitas bangsa dengan meningkatkan perlindungan terhadap masyarakat adat, menjadikannya Masyarakat Hukum Adat (MHA). Langkah ini sekaligus wujud pelaksanaan Undang-Undang Dasar 1945.
-
News •Kemenkum Pastikan Posbankum Jangkau Seluruh Desa di Aceh, Akses Keadilan Makin MerataProgram pos bantuan hukum (posbankum) dari Kemenkum kini telah menjangkau seluruh desa di Aceh, memastikan akses keadilan yang lebih merata bagi masyarakat, terutama kelompok rentan.
-
News •STIH Manokwari Dukung Penguatan Peran MRPB dalam Hukum Adat dan Perlindungan OAPSekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Manokwari berkomitmen mendukung penguatan peran Majelis Rakyat Papua Barat (MRPB) dalam pengembangan hukum adat dan perlindungan Orang Asli Papua (OAP) melalui kajian akademik dan riset, demi pembangunan inklusif.
-
Politik •MPR Dorong Percepatan Pengesahan RUU MHA, Lindungi Hak Masyarakat AdatWakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mendesak percepatan Pengesahan RUU MHA menjadi undang-undang, menyoroti urgensi perlindungan hak-hak masyarakat adat yang terancam kriminalisasi dan perampasan lahan.
-
News •Kajati Jambi Minta SAD Serahkan Temenggung Bujang Rimbo untuk Sidang Kasus KesusilaanKajati Jambi Sugeng Haryadi meminta Suku Anak Dalam (SAD) menyerahkan Temenggung Bujang Rimbo untuk melanjutkan persidangan kasus kesusilaan, setelah terdakwa kabur dari PN Tebo.
-
News •Menteri HAM Dorong Keadilan Restoratif dalam Kasus Pandji PragiwaksonoMenteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mendesak Bareskrim Polri menerapkan keadilan restoratif dalam kasus Pandji Pragiwaksono, menyusul sanksi adat Toraja yang telah dijalani komika tersebut.
-
News •DPRD Bengkayang Dorong Percepatan Implementasi Perda Pengakuan Hukum AdatDewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bengkayang mendesak pemerintah daerah untuk mempercepat implementasi Perda Pengakuan Hukum Adat guna melindungi hak masyarakat adat dan mencegah konflik agraria.
-
News •Tuntas Jalani Sanksi Adat, Pandji Pragiwaksono Diterima Kembali di TorajaKomika Pandji Pragiwaksono telah menuntaskan sanksi adat di Toraja, menyelesaikan polemik candaan Rambu Solo dan mendapatkan pemulihan dari masyarakat adat setempat.
-
Ekonomi •KKP Perkuat Pengakuan Hak Masyarakat Adat Ruang Laut Demi Tata Kelola BerkelanjutanKementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menegaskan komitmennya dalam penguatan pengakuan hak Masyarakat Hukum Adat (MHA) ruang laut demi pengelolaan pesisir yang adil dan lestari, serta menjaga keseimbangan ekosistem.
-
News •Pemerkosa Difabel Diseret Keliling Kampung dan Alat Kelamin Dipotong, Warga Naik Pitam: Ini Hukum Adat!Semua itu bermula dari tindakan pemerkosaan terhadap seorang wanita penyandang disabilitas serta serangkaian tindakan kriminal bikin warga was-was.
-
News •Tahukah Anda? Kejati Banten Perkuat Transparansi Dana Desa dan Lindungi Budaya Badui Lewat Program Jaga DesaKejati Banten meluncurkan Program Jaga Desa untuk memastikan transparansi dana desa dan melindungi hak ulayat masyarakat Badui, sekaligus memperkenalkan aplikasi digital. Simak selengkapnya!
-
News •Tahukah Anda? Kejati Banten Luncurkan Program Jaga Desa Demi Transparansi Dana Desa dan Pelestarian Budaya Badui.Kejaksaan Tinggi Banten meluncurkan Program Jaga Desa untuk mendorong transparansi dana desa dan melindungi budaya Badui, sekaligus memperkenalkan aplikasi pengawasan digital.