Usaha budidaya kepiting soka atau kepiting lembek di Kabupaten Langkat, Sumatra Utara terus berkembang seiring dengan meningkat jumlah permintaan. Dengan adanya kampung budidaya kepiting soka ini, mampu menyerap tenaga kerja kurang lebih 60 RPP di Kelurahan Alur Dua Baru, Kecamatan Selepan, Kabupaten Langkat.
"Saya rasa merasa ini salah satu usaha (budidaya kepiting soka) yang cukup menjanjikan. Harapannya, Kampung Kepiting Soka ini bisa menjadi andalan Provinsi Sumatra Utara khususnya di Kabupaten Langkat." terang Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Langkat, Henri Tarigan melansir dari video Youtube Masbro Tutorial Official.
Advertisement
Relatif Singkat
Perawatan serta pemeliharaan kepiting soka di Kabupaten langkat ini terbilang relatif singkat.
Hanya dalam kurun waktu 15 hari, kepiting soka bisa di panen dengan kriteria yang sudah moulting.
Harga jual kepiting soka saat ini berkisar di harga 125 ribu per kilogram dengan ukuran 60-180 gram per ekor.
Advertisement
Komoditi Ekspor Andalan
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Langkat, Henri Tarigan mengatakan bahwa kepiting soka ini merupakan komoditi utama Kabupaten Langkat.
"Kepiting soka ini sudah diekspor melalui Kabupaten Langkat ke Benua Eropa, Amerika, Jepang, Hongkong, China, dan Arab," terangnya.
Advertisement
Sistem Tradisional
Budidaya kepiting soka di Kabupaten Langkat masih menggunakan media sarana dan prasarana cukup sederhana.
Model kurungan (takir) berbahan dasar bambu yang terbilang cukup tradisional ini mampu menghasilkan kepiting yang cukup memuaskan.
Advertisement
Tersebar di Tujuh Kecamatan
Menjadi komoditi ekspor yang cukup besar membuat budidaya kepiting soka telah tersebar di beberapa kecamatan, di antaranya Kecamatan Sei Lepan, Babalan, Brandan Barat, Pangkalansusu, Gebang, Secanggang, dan Pematang Jaya.
Dari ketujuh Kecamatan penghasil kepiting soka, Pemerintah Dinas Kelautan dan Perikanan telah difokuskan yaitu di Desa Alur Dua Baru, Kecamatan Sei Lepan.