Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur (Dispar Kaltim) kembali menunjukkan komitmennya dalam memajukan sektor ekonomi kreatif daerah. Lembaga ini sukses menyelenggarakan UMKM Weekend Kreatif Fair 2026 di Temindung Creative Hub, Samarinda. Acara tersebut bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekosistem ekonomi kreatif serta memperluas jaringan pemasaran produk lokal unggulan Kalimantan Timur.
Pameran yang berlangsung selama tiga hari, mulai dari 26 hingga 28 Juni 2026 ini, telah menarik perhatian banyak pihak. Puluhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta sektor ekonomi kreatif (ekraf) turut berpartisipasi aktif. Kehadiran mereka menjadikan ajang ini sebagai platform vital untuk promosi dan kolaborasi.
Kepala Dispar Kaltim, Ririn Sari Dewi, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan wadah promosi efektif bagi para pelaku usaha. Selain itu, ia juga menegaskan bahwa inisiatif ini adalah langkah strategis untuk memperkuat pertumbuhan ekosistem ekraf di seluruh wilayah Kalimantan Timur. Ini merupakan upaya nyata pemerintah daerah dalam mendukung potensi lokal.
Advertisement
Advertisement
Mendorong Ekosistem Ekonomi Kreatif Kaltim
Melalui tema "Belanja Hemat, Hiburan Seru, UMKM Kuat, Ekonomi Hebat", Dispar Kaltim menetapkan beberapa target utama. Tujuan kegiatan ini adalah mendorong pengembangan produk lokal secara berkelanjutan. Selain itu, optimalisasi fasilitas publik juga menjadi fokus penting dalam mendukung kegiatan ekonomi kreatif.
Ririn Sari Dewi menegaskan bahwa ajang ini berfungsi sebagai penggerak ekonomi daerah. Lebih lanjut, kegiatan ini juga bertujuan untuk membangun kecintaan masyarakat terhadap produk lokal. Dengan demikian, diharapkan terjadi peningkatan konsumsi produk-produk hasil karya UMKM Kaltim.
Inisiatif seperti UMKM Weekend Kreatif Fair 2026 menjadi krusial dalam menciptakan lingkungan yang kondusif. Lingkungan ini memungkinkan para pelaku usaha kecil dan menengah untuk berkembang. Ini juga sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam diversifikasi ekonomi.
Advertisement
Advertisement
UMKM dan Ekraf sebagai Tulang Punggung Ekonomi Masa Depan
Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif Dispar Kaltim ini. Ia menyoroti kemampuan Dispar Kaltim untuk tetap bergerak lincah dan menciptakan ruang kolaborasi. Hal ini terjadi meskipun pemerintah sedang menghadapi langkah efisiensi anggaran.
Seno Aji menekankan pentingnya pergeseran motor penggerak ekonomi Kaltim. Pergeseran ini harus beralih dari sektor sumber daya alam (SDA) yang tidak dapat diperbarui ke sektor kreatif. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi kreatif kini menjadi salah satu tulang punggung perekonomian Kaltim. Oleh karena itu, ia mendorong masyarakat untuk tidak ragu berkecimpung di industri ini.
Wakil Gubernur menegaskan bahwa UMKM dan ekraf adalah ujung tombak masa depan ekonomi daerah. Kesuksesan acara ini juga tidak lepas dari sinergi lintas sektor yang kuat. Dukungan datang dari berbagai komunitas UMKM, Perkumpulan Penyelenggara Jasaboga Indonesia (PPJI), Hipmi, hingga sektor perbankan.
Advertisement
Advertisement
Program Jospol: Strategi Pemprov Kaltim untuk UMKM Naik Kelas
Sebagai bentuk dukungan konkret, Pemerintah Provinsi Kaltim telah mengintegrasikan penguatan UMKM ke dalam visi-misi pembangunan daerah. Integrasi ini diwujudkan melalui Program Jospol (Kewirausahaan Terpadu). Program ini dirancang untuk memberikan dukungan komprehensif kepada pelaku UMKM.
Program Jospol mencakup empat pilar utama yang saling mendukung. Pilar-pilar tersebut meliputi pelatihan bisnis intensif, bantuan peralatan usaha, fasilitasi Hak Kekayaan Intelektual (HKI), dan akses kemitraan strategis. Dengan pilar-pilar ini, UMKM diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan daya saingnya.
Wakil Gubernur berharap, melalui Program Jospol, UMKM Kaltim bisa naik kelas. Targetnya adalah menembus pasar nasional dan internasional, sehingga produk lokal semakin dikenal luas. Ia juga berharap ajang ini memicu generasi muda untuk mengalihkan fokus dari gawai (gadget) ke aktivitas berkarya yang produktif. Selain pameran produk, festival ini juga berfungsi sebagai pusat pelayanan publik dan rekreasi bagi masyarakat.
Advertisement
Sumber: AntaraNews