Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Self Diagnose pada Kesehatan Mental Bisa Berbahaya, Ini Dampaknya

Self Diagnose pada Kesehatan Mental Bisa Berbahaya, Ini Dampaknya

Mencari gejala masalah kesehatan mental sesuai dengan kondisi Anda bisa berujung bahaya.

Self Diagnose pada Kesehatan Mental Bisa Berbahaya, Ini Dampaknya

Pada saat ini, banyak orang yang mulai terbuka terhadap masalah mental yang mereka alami. Sayangnya, keterbukaan ini kerap tidak disertai dengan pengetahuan dan diagnosis yang tepat.

Self Diagnose pada Kesehatan Mental Bisa Berbahaya, Ini Dampaknya

Singkatnya, banyak orang saat ini melakukan self diagnose terhadap kondisi mental mereka sendiri. Hasilnya, ketika seseorang sedang sedih, dia menganggap bahwa sedang mengalami depresi.

Self-diagnose pada kondisi mental merujuk pada upaya seseorang untuk mendiagnosis atau mengidentifikasi sendiri adanya gangguan mental atau masalah kesehatan mental tertentu tanpa konsultasi atau evaluasi dari profesional kesehatan mental yang berkualifikasi.



Ini terjadi ketika seseorang mencoba menghubungkan gejala yang mereka alami dengan gangguan mental yang telah mereka pelajari atau temukan secara mandiri melalui internet, buku, atau sumber lainnya.

Dilansir dari Yankes Kemenkes, Self diagnosis adalah bagaimana kita mendiagnosis diri sendiri terkena suatu penyakit berdasarkan pengetahuan yang dimiliki atau setelah membaca informasi di internet yang berkaitan dengan keluhan tersebut. Padahal informasi yang tersedia di internet seringkali tidak dapat dipertanggungjawabkan secara medis atau tidak evidence-based medicine.

Padahal, diagnosis yang akurat membantu mengarahkan pemilihan pengobatan yang tepat. Setiap gangguan mental memiliki karakteristik dan gejala yang berbeda, dan pengobatan yang efektif juga dapat bervariasi.

Padahal, diagnosis yang akurat membantu mengarahkan pemilihan pengobatan yang tepat. Setiap gangguan mental memiliki karakteristik dan gejala yang berbeda, dan pengobatan yang efektif juga dapat bervariasi.

Penting untuk diingat bahwa diagnosis kesehatan mental harus dilakukan oleh profesional kesehatan mental yang terlatih dan berpengalaman. Diagnosis masalah kesehatan mental juga biasanya baru akan muncul setelah sejumlah tes dan sesi konseling sesuai dengan pedoman.

Meskipun mencari pemahaman tentang kesehatan mental dan memperoleh pengetahuan tentang gangguan tertentu dapat menjadi langkah yang baik untuk meningkatkan kesadaran diri, self-diagnose pada kondisi mental memiliki beberapa risiko dan keterbatasan.



Beberapa risiko termasuk:

Kesalahan Diagnosis

Kesalahan Diagnosis

Mengidentifikasi dan mendiagnosis kondisi mental sendiri berdasarkan gejala yang dirasakan dapat menyebabkan kesalahan diagnosis. Gejala yang tampak serupa pada berbagai gangguan mental, dan hanya seorang profesional kesehatan mental yang dapat melakukan evaluasi menyeluruh untuk membuat diagnosis yang akurat.

Masalah yang Tidak Dianggap Serius Orang Lain

Jika seseorang mencoba mendiagnosis diri sendiri dengan kondisi mental yang serius, seperti gangguan depresi berat atau gangguan kecemasan, mereka mungkin merasa bahwa masalah mereka tidak dianggap serius oleh orang lain. Ini dapat menghambat pencarian bantuan profesional yang diperlukan dan memperburuk kondisi mental.

Perburukan Gejala dan Penundaan Perawatan

Jika seseorang mengandalkan self-diagnose tanpa konsultasi dengan profesional kesehatan mental, mereka mungkin tidak mendapatkan perawatan yang tepat atau memperlakukan gejala mereka dengan cara yang salah. Ini dapat menyebabkan perburukan gejala dan penundaan dalam mendapatkan bantuan yang diperlukan.

Perburukan Gejala dan Penundaan Perawatan

Ketakutan yang Tidak Masuk Akal

Membaca informasi yang tidak valid atau tidak terpercaya tentang kondisi mental secara online atau melalui sumber yang tidak terverifikasi dapat menyebabkan ketakutan yang tidak masuk akal atau khawatir berlebihan tentang kondisi yang sebenarnya tidak ada. Ini dapat meningkatkan stres dan kecemasan yang tidak perlu.

Mengabaikan Penyebab yang Mendasari

Self-diagnose sering kali hanya berfokus pada gejala secara terpisah dan tidak mempertimbangkan faktor-faktor penyebab yang mendasari, seperti riwayat keluarga, lingkungan, dan pengalaman hidup. Hal ini dapat mengabaikan pentingnya evaluasi menyeluruh dan pemahaman yang lebih dalam tentang penyebab sebenarnya dari masalah kesehatan mental.

Mengabaikan Penyebab yang Mendasari
Penting untuk diingat bahwa kondisi mental kompleks dan memerlukan penilaian yang komprehensif dari seorang profesional yang terlatih.

Penting untuk diingat bahwa kondisi mental kompleks dan memerlukan penilaian yang komprehensif dari seorang profesional yang terlatih.

Jika Anda memiliki kekhawatiran tentang kesehatan mental Anda, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau ahli kesehatan mental untuk evaluasi dan perawatan yang tepat.

Jika Anda memiliki kekhawatiran tentang kesehatan mental Anda, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau ahli kesehatan mental untuk evaluasi dan perawatan yang tepat.

Ciri-ciri Penyakit Bipolar Disorder yang Perlu Diwaspadai, Begini Cara Mengatasinya
Ciri-ciri Penyakit Bipolar Disorder yang Perlu Diwaspadai, Begini Cara Mengatasinya

Ciri-ciri penyakit bipolar disorder perlu diwaspadai setiap orang

Baca Selengkapnya icon-hand
Mental Down Adalah Kelelahan Fisik dan Emosional, Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya
Mental Down Adalah Kelelahan Fisik dan Emosional, Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya

Orang yang mengalami mental down akan kehilangan gairah untuk melakukan aktivitas sehari-hari dan tidak bisa melakukan suatu pekerjaan seperti biasanya.

Baca Selengkapnya icon-hand
Mental Health adalah Kesehatan Mental, Ketahui Cara Mengelolanya
Mental Health adalah Kesehatan Mental, Ketahui Cara Mengelolanya

Mental health termasuk salah satu hal penting yang perlu diperhatikan.

Baca Selengkapnya icon-hand
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Bagaimana Cara Diagnosis Ketombe yang Benar?
Bagaimana Cara Diagnosis Ketombe yang Benar?

Ketika datang periksa, dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik pada kulit kepala, untuk mendiagnosis rambut berketombe.

Baca Selengkapnya icon-hand
Penyakit Keterbelakangan Mental, Kenali Penyebab dan Gejalanya
Penyakit Keterbelakangan Mental, Kenali Penyebab dan Gejalanya

Penyakit keterbelakangan mental adalah kondisi medis yang mempengaruhi perkembangan kognitif, sosial, dan emosional anak.

Baca Selengkapnya icon-hand
Anak Muda Disebut Rentan Alami Gangguan Kesehatan Mental, Ini Penjelasan Sosiolog UGM
Anak Muda Disebut Rentan Alami Gangguan Kesehatan Mental, Ini Penjelasan Sosiolog UGM

Kondisi kesehatan mental punya dampak yang signifikan terhadap perkembangan anak muda.

Baca Selengkapnya icon-hand
10 Sindrom atau Masalah Kesehatan Mental yang Diambil dari Nama Kota
10 Sindrom atau Masalah Kesehatan Mental yang Diambil dari Nama Kota

Beberapa sindrom kesehatan mental diberi nama dengan nama kota.

Baca Selengkapnya icon-hand
Ke Psikolog Atau Psikiater? Ini yang Harus Diperhatikan Sebelum Konsultasi
Ke Psikolog Atau Psikiater? Ini yang Harus Diperhatikan Sebelum Konsultasi

Jika Anda mulai merasakan gejala gangguan mental yang mengganggu, langkah terbaik untuk mengatasinya adalah dengan berkonsultasi ke psikolog atau psikiater.

Baca Selengkapnya icon-hand
Apa Itu Penyakit Bipolar? Kenali Gejala dan Penyebabnya
Apa Itu Penyakit Bipolar? Kenali Gejala dan Penyebabnya

Bipolar adalah kondisi kesehatan mental yang menyebabkan perubahan suasana hati secara ekstrim.

Baca Selengkapnya icon-hand