Tak Hanya Gen Z, Lansia juga Berpotensi Mengalami Gangguan Mental, Ini Gejalanya
Meskipun tidak ada cara pasti, cara mencegah gangguan mental pada lansia dengan, mengelola stres, menjalani pengobatan secara rutin, & menjaga hubungan sosial.
Gangguan mental pada lansia adalah masalah kesehatan yang memicu perubahan emosi, pikiran, dan perilaku pada orang lanjut usia. Kondisi ini dapat menyulitkan lansia dalam menjalani kehidupan sehari-hari, termasuk dalam keluarga, urusan pekerjaan, dan kegiatan sosial.
Tak Hanya Gen Z, Lansia juga Berpotensi Mengalami Gangguan Mental, Ini Gejalanya
Gangguan mental pada lansia memiliki berbagai jenis, di antaranya adalah:
Jenis Gangguan Mental pada Lansia
1. Depresi
Gejala utama bukan hanya rasa sedih, tetapi juga perubahan kepribadian dan penurunan daya ingat. Selain itu, biasanya lansia juga mengalami keluhan fisik seperti nyeri otot dan kelelahan, serta sulit tidur dan munculnya pikiran untuk bunuh diri.
2. Gangguan KecemasanLansia yang mengalami gangguan kecemasan, akan dilingkupi rasa gugup, gelisah, dan ketegangan yang berlebihan. Selain itu manifestasi fisik seperti berkeringat, gemetar, detak jantung meningkat, dan napas cepat. Mereka juga mengalami kesulitan tidur dan masalah pencernaan.
3. Bipolar Disorder
Saat lansia mengalami gejala depresi yang meliputi rasa sedih, kelelahan, dan sulit tidur. Pada episode mania yang akan membuat seseorang menjadi bersemangat secara berlebihan.
4. Skizofrenia
Saat seorang lansia sudah masuk tahap delusi, halusinasi, dan pembicaraan ngawur, serta gerakan tubuh yang lambat atau tanpa tujuan, bisa jadi sudah masuk dalam tahan Skizofrenia.
Menurut hasil riskesdas tahun 2018, depresi menjadi penyakit mental paling umum pada lansia, dengan prevalensi tertinggi pada usia 55-64 tahun. Tanda dan gejala gangguan mental pada lansia perlu dikenali secara cepat untuk penanganan yang tepat.
Seberapa Umumkah Gangguan Mental pada Lansia?
Kapan Harus ke Dokter?
Lansia yang menunjukkan tanda dan gejala gangguan mental perlu segera diperiksa ke dokter. Peran keluarga dan pengasuh sangat penting dalam mendeteksi perubahan perilaku atau suasana hati pada lansia.
Setiap jenis gangguan mental pada lansia memiliki penyebab yang berbeda. Depresi, misalnya, dapat dipicu oleh perubahan biologis dan ketidakseimbangan hormon. Faktor risiko melibatkan riwayat trauma, stres kronis, dan faktor genetik.
Penyebab Gangguan Mental pada Lansia
Faktor Risiko Gangguan Mental pada Lansia
Beberapa faktor risiko melibatkan pengalaman trauma masa lalu, stres kronis, riwayat keluarga dengan gangguan mental, dan penggunaan zat adiktif.
Gangguan mental pada lansia, jika tidak diobati, dapat menyebabkan komplikasi seperti penurunan kualitas hidup, masalah kesehatan fisik, dan bahkan risiko percobaan bunuh diri.
Komplikasi Gangguan Mental pada Lansia
Agar komplikasi dapat dihindari, lansia perlu menjalani tes fisik, tes laboratorium, dan evaluasi psikiatri. Pengobatan melibatkan penggunaan obat-obatan seperti antidepresan, antipsikotik, dan antikecemasan, serta terapi psikologis.
Diagnosis & Pengobatan Gangguan Mental pada Lansia
Pilihan Pengobatan untuk Gangguan Mental pada Lansia
1. Minum Obat-obatan
Obat Antidepresan, antipsikotik, dan antikecemasan dapat diresepkan sesuai dengan diagnosis yang ditegakkan dokter pada lansia.
2. Psikoterapi
Terapi perilaku kognitif membantu lansia mengelola stres dan kecemasan, serta meningkatkan kualitas hidup.
3. Rawat Inap di Rumah Sakit
Pada kasus tertentu, lansia yang mengalami gangguan kesehatan mental mungkin diperlukan rawat inap untuk pengawasan dan penanganan lebih intensif.
Pengobatan Gangguan Mental pada Lansia di Rumah
Perubahan gaya hidup, seperti cukup tidur, konsumsi makanan bergizi, olahraga, dan partisipasi dalam kegiatan sosial, mendukung efektivitas pengobatan. Dukungan dari keluarga dan orang terdekat juga sangat diperlukan.
Pencegahan Gangguan Mental pada Lansia
Meskipun tidak ada cara pasti untuk mencegah gangguan mental pada lansia, mengelola stres, menjalani pengobatan secara rutin, dan menjaga hubungan sosial dapat membantu mengurangi risiko.
Kesadaran ini penting untuk memastikan bahwa kesehatan mental lansia tetap menjadi fokus perhatian dan perawatan.