Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
<b>Bahaya Sering Minum Manis bagi Kesehatan, Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung</b>

Bahaya Sering Minum Manis bagi Kesehatan, Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung

Dibalik kenikmatan, minuman manis membawa bahaya bagi penggemarnya.

Minuman manis seringkali menjadi pilihan yang menarik bagi banyak orang, menggoda lidah dengan rasa manis yang memikat. Namun, di balik kenikmatan sesaat tersebut, tersembunyi bahaya yang dapat mengancam kesehatan jangka panjang.

Apalagi saat ini, ketika banyak minuman manis kekinian yang muncul, kebiasaan mengonsumsi minuman manis sudah menjadi bagian dari gaya hidup bagi sebagian orang. Berbagai varian minuman bersoda, sirup buah, hingga minuman energi kini mudah ditemui di sekitar kita.

Artikel ini akan memaparkan apa saja bahaya sering minum manis bagi kesehatan. Bukan sekadar menyajikan peringatan tanpa dasar, tapi dengan merinci dampak negatif yang dapat timbul akibat kebiasaan ini.

merdeka.com

Bahaya Sering Minum Manis

Kebiasaan minum manis akan membawa Anda pada peningkatan risiko dari sejumlah masalah kesehatan, seperti:

  • Obesitas. Minuman manis mengandung banyak kalori yang dapat menyebabkan kenaikan berat badan jika tidak diimbangi dengan aktivitas fisik. Obesitas dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit, seperti penyakit jantung, stroke, dan kanker.

  • Diabetes tipe 2. Minuman manis dapat meningkatkan kadar gula darah dan memperburuk sensitivitas insulin. Insulin adalah hormon yang berfungsi untuk mengatur metabolisme gula dalam tubuh. Jika insulin tidak bekerja dengan baik, gula darah akan menumpuk dan menyebabkan diabetes tipe 2. Diabetes tipe 2 dapat menyebabkan komplikasi pada ginjal, mata, dan jantung.

  • Kolesterol tinggi dan penyakit jantung. Minuman manis dapat menurunkan kadar kolesterol baik (HDL) dan meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah. Kolesterol jahat dapat menyumbat pembuluh darah dan mengganggu aliran darah ke jantung. Hal ini dapat menyebabkan penyakit jantung koroner, serangan jantung, atau gagal jantung.

  • Kerusakan gigi. Minuman manis mengandung asam dan gula yang dapat merusak enamel gigi. Enamel gigi adalah lapisan terluar gigi yang melindungi gigi dari bakteri dan kerusakan. Jika enamel gigi rusak, gigi akan mudah berlubang, ngilu, atau patah. Kerusakan gigi juga dapat mempengaruhi kesehatan mulut dan tubuh secara keseluruhan.

  • Jenis kanker tertentu. Minuman manis dapat meningkatkan risiko terkena beberapa jenis kanker, seperti kanker usus besar, kanker payudara, dan kanker pankreas. Hal ini mungkin disebabkan oleh efek inflamasi, stres oksidatif, dan perubahan hormon yang ditimbulkan oleh konsumsi gula berlebih.

Demikianlah beberapa bahaya sering minum minuman manis bagi kesehatan. Untuk mencegahnya, sebaiknya batasi konsumsi minuman manis dan ganti dengan minuman yang lebih sehat, seperti air putih, teh hijau, atau air kelapa.

Bagaimana dengan kesehatan mental?

Sering minum manis, yang berarti kita mengonsumsi banyak gula, ternyata juga memiliki pengaruh buruk untuk kesehatan mental, seperti:

  • Depresi. Konsumsi gula yang tinggi dapat menyebabkan fluktuasi kadar gula darah, memengaruhi mood dan suasana hati. Sugar crash bisa menyebabkan perubahan tingkat energi secara mendadak dan dapat berkontribusi pada gejala depresi seiring waktu. Selain itu, gula juga dapat merangsang produksi adrenalin, yang bisa memperburuk masalah stres dan kecemasan.

  • Peradangan. Gula dapat meningkatkan peradangan dalam tubuh, yang sangat terkait dengan depresi. Peradangan dapat mengganggu keseimbangan neurotransmiter, seperti serotonin dan dopamin, yang berperan dalam mengatur mood dan emosi. Peradangan juga dapat memicu respons imun yang berlebihan, yang dapat mempengaruhi fungsi otak dan kognitif.

  • Perubahan hormon. Gula dapat mempengaruhi kadar hormon yang berhubungan dengan kesehatan mental, seperti kortisol, insulin, dan leptin. Kortisol adalah hormon stres yang dapat meningkatkan kecemasan dan depresi jika terlalu tinggi. Insulin adalah hormon yang mengatur metabolisme gula dalam tubuh, yang dapat terganggu oleh konsumsi gula berlebih. Leptin adalah hormon yang mengatur rasa kenyang dan lapar, yang dapat menurun oleh konsumsi gula berlebih, sehingga menyebabkan kelebihan berat badan dan obesitas, yang juga berisiko terhadap kesehatan mental.

Cara Mengurangi Minum Manis

Ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi kebiasaan minum minuman manis, yaitu:

  • Biasakan minum air putih. Air putih adalah minuman yang paling sehat dan tidak mengandung kalori atau gula. Air putih dapat membantu menghilangkan rasa haus, membersihkan tubuh dari racun, dan menjaga keseimbangan cairan tubuh. Anda dapat menambahkan irisan buah segar, seperti lemon, jeruk, atau mentimun, untuk memberikan rasa dan aroma yang menyegarkan.

  • Kurangi konsumsi minuman manis secara perlahan. Jika Anda terbiasa minum minuman manis setiap hari, Anda dapat menguranginya secara bertahap. Misalnya, jika Anda biasa minum dua gelas minuman manis sehari, kurangi menjadi satu gelas saja. Kemudian, kurangi lagi menjadi setengah gelas, dan seterusnya, hingga Anda bisa berhenti sama sekali. Anda juga dapat mengurangi jumlah gula atau pemanis yang Anda tambahkan pada minuman, seperti teh, kopi, atau susu.

  • Pilih minuman yang lebih sehat. Jika Anda ingin minum sesuatu yang manis, Anda dapat memilih minuman yang lebih sehat, seperti smoothies, jus buah segar, atau susu rendah lemak. Minuman-minuman ini mengandung gula alami dari buah atau susu, serta nutrisi dan serat yang baik untuk tubuh. Namun, Anda tetap harus mengonsumsinya dengan porsi yang wajar dan tidak berlebihan.

  • Perhatikan label nutrisi dan komposisi minuman. Sebelum Anda membeli atau mengonsumsi minuman kemasan, seperti soda, jus, atau minuman berenergi, Anda harus membaca label nutrisi dan komposisi minuman tersebut. Perhatikan kandungan gula, kalori, dan bahan-bahan lain yang terdapat dalam minuman. Hindari minuman yang mengandung gula tambahan, pemanis buatan, pewarna, atau pengawet.

Waspada Bahaya BPA Bagi Kesehatan Janin, Berpotensi Ganggu Perkembangan Otak hingga Risiko Keguguran
Waspada Bahaya BPA Bagi Kesehatan Janin, Berpotensi Ganggu Perkembangan Otak hingga Risiko Keguguran

Zat kimia seperti BPA ini nyatanya dapat memberikan berbagai bahaya bagi tumbuh dan kembangnya janin di dalam kandungan.

Baca Selengkapnya icon-hand
Bahaya Duduk Terlalu Lama saat Hamil, Bisa Sebabkan Nyeri Punggung
Bahaya Duduk Terlalu Lama saat Hamil, Bisa Sebabkan Nyeri Punggung

Duduk terlalu lama saat hamil dapat memiliki risiko dan bahaya yang serius bagi kesehatan ibu dan perkembangan janin.

Baca Selengkapnya icon-hand
Penyebab Tenggorokan seperti Ada yang Mengganjal, Ketahui Cara Mengatasi dan Risiko Penyakitnya
Penyebab Tenggorokan seperti Ada yang Mengganjal, Ketahui Cara Mengatasi dan Risiko Penyakitnya

Tenggorokan mengganjal adalah gejala umum yang bisa jadi tanda penyakit tertantu.

Baca Selengkapnya icon-hand
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Bahaya Tekanan Darah Tinggi Saat Hamil, Ketahui Risikonya
Bahaya Tekanan Darah Tinggi Saat Hamil, Ketahui Risikonya

Tekanan darah tingi dapat menempatkan ibu dan bayi pada risiko kesehatan selama kehamilan.

Baca Selengkapnya icon-hand
Kesehatan Pria Bisa Ditentukan dari Ukuran Betis, Ini Alasannya secara Ilmiah
Kesehatan Pria Bisa Ditentukan dari Ukuran Betis, Ini Alasannya secara Ilmiah

Betis pria ternyata bisa menjadi penentu kondisi kesehatannya serta risiko di masa mendatang.

Baca Selengkapnya icon-hand
Tidur Siang Bisa Jadi Cara Turunkan Risiko Kanker, Begini Caranya Menurut Pakar Kesehatan Tidur
Tidur Siang Bisa Jadi Cara Turunkan Risiko Kanker, Begini Caranya Menurut Pakar Kesehatan Tidur

Tidur siang bisa memberi banyak manfaat bagi kesehatan termasuk menurunkan risiko kanker.

Baca Selengkapnya icon-hand
Bahaya Kelebihan Zat Besi bagi Kesehatan Tubuh, Sebabkan Masalah Jantung
Bahaya Kelebihan Zat Besi bagi Kesehatan Tubuh, Sebabkan Masalah Jantung

Kelebihan zat besi dapat menyebabkan kerusakan serius pada tubuh Anda.

Baca Selengkapnya icon-hand
6 Kebiasaan yang Harus Mulai Diterapkan di Usia 30an demi Kesehatan Jantung
6 Kebiasaan yang Harus Mulai Diterapkan di Usia 30an demi Kesehatan Jantung

Menjaga kesehatan jantung bisa dilakukan sejak usia muda atau setidaknya pada usia 30-an.

Baca Selengkapnya icon-hand
Akibat Duduk Terlalu Lama untuk Kesehatan Tubuh, Bisa Tingkatkan Risiko Obesitas
Akibat Duduk Terlalu Lama untuk Kesehatan Tubuh, Bisa Tingkatkan Risiko Obesitas

Saat ini banyak orang menghabiskan waktunya untuk duduk. Tidak dalam hitungan menit, bahkan bisa berjam-jam. Padahal, hal ini bisa memicu masalah kesehatan.

Baca Selengkapnya icon-hand