Baru-baru ini, Siskaeee, seorang selebritis media sosial yang cukup terkenal, membuat gempar dengan mengakui bahwa ia telah tidur dengan 216 pria, termasuk beberapa dari kalangan selebritis. Angka yang fantastis ini membuatnya menjadi buah bibir di media sosial, terutama Twitter.
Advertisement
Menilik Kondisi Siskaeee: Hiperseksual atau Libido Tinggi?
Dokter spesialis kebidanan dan kandungan, Boyke Dian Nugraha, menyatakan bahwa kondisi yang diakui oleh Siskaeee mungkin terkait dengan nimfomania atau hiperseks pada wanita.
Nimfomania sendiri merupakan gangguan jiwa di mana seseorang tidak pernah merasa puas dengan kepuasan seksual dan terus mencari. Boyke menjelaskan bahwa pria yang mengalami hal serupa disebut satyriasis atau Don Juanism.
Advertisement
Penyebab Nimfomania dan Satyriasis
Menurut Dokter Boyke, gangguan seperti nimfomania dan satyriasis dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk gangguan jiwa yang bermula sejak dalam kandungan, trauma pada proses persalinan, dan pengalaman traumatis saat dibesarkan.
Advertisement
Faktor lingkungan juga menjadi kontributor utama, dengan 70 persen pengaruhnya.
"Penyebab paling besar adalah faktor lingkungan. Faktor gen cuma lima persen, lingkungan tuh sampai 70 persenan yang memengaruhi seseorang hingga mengalami gangguan kejiwaan seperti itu," ujar Boyke.
Advertisement
Hiperseksualitas dan Kecanduan Porno: Sebuah Keterkaitan
Advertisement
Hiperseksualitas seringkali terkait dengan kebiasaan menonton film porno secara berlebihan.
Dokter Boyke menyebutkan bahwa kecanduan menonton film porno dapat menjadi pencetus, dan kecanduan itu sendiri merupakan bentuk penyimpangan seksual.
"Kecanduan tuh kalau setiap kali berhubungan mesti nonton, kalau dia enggak nonton dia kayak sakau itu kita sebut sebagai kecanduan," ujarnya.
Advertisement
Mengenali Hiperseks dan Libido Tinggi: Apa Bedanya?
Meski seringkali disamakan, hiperseksual dan libido tinggi sebenarnya memiliki perbedaan mendasar.
Advertisement
Hiperseksualitas: Gangguan Obsesif-Kompulsif
Hiperseksualitas merujuk pada peningkatan libido secara tiba-tiba yang sulit dikendalikan. Ini dapat terjadi akibat penyakit lain atau efek samping obat. Dari segi medis, hiperseksualitas dianggap sebagai salah satu bentuk gangguan obsesif-kompulsif. Pemeriksaan dan pengobatan oleh psikolog atau psikiater dapat membantu mengatasi kondisi ini.
Advertisement
Libido Tinggi: Peningkatan Hasrat Seksual
Libido tinggi, di sisi lain, mencerminkan peningkatan hasrat seksual yang sulit dikendalikan. Orang yang mengalami libido tinggi bisa kehilangan kendali atas perilaku seksualnya dan mungkin memerlukan bantuan medis.
Advertisement
Gejala dan Efek Samping: Membedakan Antara Kedua Kondisi
Advertisement
Gejala Hiperseks
1. Dorongan, fantasi, dan perilaku seksual intens.
2. Sulit dikendalikan dan seringkali memakan waktu.
3. Perasaan bersalah setelah melibatkan diri dalam perilaku seksual.
4. Kesulitan mengurangi dorongan seksual.
5. Masalah dalam menjaga hubungan yang sehat.
Advertisement
Gejala Libido Tinggi
1. Perilaku seksual yang sulit dikendalikan.
2. Kesulitan menghentikan perilaku seks tertentu.
3. Tertutup tentang perilaku seksual.
4. Ketergantungan pada perilaku seksual sebagai pelarian dari masalah.
5. Kesulitan memelihara hubungan yang sehat.
Advertisement
Efek Samping Hiperseks
1. Infeksi menular seksual.
2. Penurunan produktivitas harian.
3. Kehamilan tidak direncanakan.
4. Kecemasan dan depresi.
5. Penyalahgunaan obat.
Efek Samping Libido Tinggi
Mempengaruhi seseorang secara negatif saat mengalami dorongan seksual.
Advertisement
Pengobatan: Menyesuaikan dengan Kondisi
Pengobatan untuk hiperseksualitas melibatkan konsumsi obat-obatan, konseling, dan psikoterapi. Sementara itu, pengobatan untuk libido tinggi hanya diperlukan saat dorongan seksual tidak terkendali atau mengarah pada perilaku kompulsi seksual.
Advertisement
Dengan memahami perbedaan antara hiperseksual dan libido tinggi, kita dapat lebih baik mengidentifikasi dan mengelola kondisi ini dengan tepat.
Advertisement
Keseimbangan dalam kehidupan seksual sangat penting, dan konsultasi dengan profesional kesehatan mental dapat membantu individu yang mengalami masalah ini untuk mendapatkan dukungan yang diperlukan.