Sejumlah jemaah umrah asal Jawa Timur memilih tidak hanya menunggu kepastian penerbangan setelah erupsi Gunung Anak Krakatau mengganggu sejumlah jadwal penerbangan. Mereka mencari opsi alternatif agar akomodasi di Arab Saudi yang telah dibayarkan tetap bisa digunakan dan tidak hangus.
Ketua Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (DPD AMPHURI) Jawa Timur, Mohammad Sufyan Arief mengatakan dampak erupsi Gunung Anak Krakatau turut dirasakan jemaah umrah, terutama mereka menggunakan penerbangan dengan sistem connecting flight.
Menurut Sufyan, penerbangan terdampak terutama rute dari Bandara Juanda Surabaya menuju Bandara Soekarno-Hatta Jakarta, kemudian dilanjutkan menuju Arab Saudi. Sementara itu, penerbangan langsung dari Juanda menuju Arab Saudi sejauh ini belum mengalami gangguan.
"Yang terdampak seperti yang pakai Garuda reguler tiket connecting SUB-CGK-JED/MAD ini yang terdampak. Kalau penerbangan yang langsung (Bandara Juanda-Arab Saudi), Alhamdulillah belum ada terdampak," ujar Sufyan.
Ia menyebut belum dapat memastikan total jemaah asal Jawa Timur yang terkena dampak gangguan penerbangan tersebut. Namun, dari biro perjalanan yang dikelolanya, terdapat sekitar 41 jemaah yang sedianya berangkat pada hari ini dan ikut terdampak.
"Saya tidak punya datanya (jumlah jemaah Jatim yang terdampak). Kalau travel saya sendiri yang hari ini harusnya terbang jam 8, sejumlah 41 pax yang terdampak," katanya.
Advertisement
Menghadapi kondisi tersebut, Sufyan mengatakan pihaknya tidak ingin jemaah hanya menunggu tanpa kepastian. Opsi pengembalian dana disiapkan bagi jemaah, sementara di sisi lain pihaknya juga berupaya mencari jalur penerbangan lain.
Langkah tersebut dilakukan untuk menyelamatkan biaya perjalanan yang sudah dikeluarkan, terutama pembayaran hotel di Arab Saudi.
Jika keberangkatan terlalu lama tertunda, pemesanan hotel yang telah dilakukan berisiko tidak dapat dimanfaatkan.
Karena itu, penyelenggara umrah kini berupaya mencari alternatif penerbangan dari bandara lain agar perjalanan jemaah tetap dapat dilanjutkan dan biaya akomodasi yang sudah dibayarkan tidak sia-sia.
Sementara itu, Muhammad Tohir, General Manager Bandara Internasional Juanda menyatakan, dengan adanya aktivitas erupsi Anak Gunung Krakatau yang berdampak pada operasional sejumlah bandara di sekitar wilayah tersebut, hingga Senin (7/9), terdapat empat bandara yang masih mengalami penutupan operasional, yaitu Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Halim Perdanakusuma, Bandara Radin Inten II, dan Bandara Husein Sastranegara.
Kondisi tersebut turut memberikan dampak berantai terhadap konektivitas dan rotasi penerbangan, termasuk pada sebagian operasional penerbangan di Bandara Internasional Juanda.
"Terdapat 54 penerbangan yang mengalami Pembatalan / Cancel flight, dengan rincian 24 Kedatangan dan 30 Keberangkatan," katanya.
Ia menyebut, Bandara Internasional Juanda terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi secara intensif bersama maskapai serta seluruh stakeholder terkait untuk memastikan penyesuaian operasional dapat ditangani dengan baik dan pelayanan kepada pengguna jasa tetap berjalan optimal.
"Sebagai bentuk perhatian kepada penumpang yang terdampak, Bandara Internasional Juanda juga memberikan Service Recovery Activation berupa makanan ringan dan minuman," ungkapnya.
Personel Airport Security, Terminal Inspector, dan Customer Service turut disiagakan untuk membantu memberikan informasi, mengarahkan pengguna jasa, serta memastikan kebutuhan penumpang tetap mendapatkan pelayanan secara maksimal.
"Kami mengimbau seluruh pengguna jasa untuk terus memantau status dan jadwal penerbangan melalui kanal resmi maskapai masing-masing serta mengikuti informasi dan arahan petugas selama berada di area terminal," tambahnya.
Advertisement