Warga Perumahan Amanah, Kelurahan Keramat Raya, Talang Kelapa, Banyuasin, Sumatra Selatan, gempar dengan penemuan dua kerangka manusia dan sepeda motor di parit dan rumah kosong, Minggu (6/9). Ternyata, keduanya adalah kakak beradik yang hilang lima tahun lalu.
Kedua korban adalah RM (18) dan AM (13). Keberadaan keduanya tak lagi diketahui sejak 27 Oktober 2021. Saat itu, mereka berangkat ke sekolah menggunakan sepeda motor.
Keluarga panik karena hingga sore hari keduanya tak kunjung pulang. Mereka berusaha mencari secara mandiri dibantu warga namun tak membuahkan hasil.
Keluarga melapor ke polisi dengan harapan dapat mempercepat pencarian. Namun upaya mereka menemui jalan buntu.
Misteri hilangnya kakak beradik itu baru terungkap setelah warga menemukan dua kerangka sepeda motor di parit. Awalnya, warga yang mencari kayu di sekitar Perumahan Amanah, Kelurahan Keramat Raya, Talang Kelapa, Banyuasin, Minggu (6/9).
Saksi kaget menemukan bangkai sepeda motor di parit yang airnya sudah kering. Saksi kemudian melaporkan penemuan itu ke ketua RT setempat.
Warga lantas memeriksa rumah kosong tak jauh dari lokasi penemuan motor. Para saksi kaget bukan main melihat dua kerangka manusia di dalamnya hingga dilaporkan ke polisi.
Di lokasi, ditemukan juga seragam sekolah korban dan perlengkapan sekolah seperti dua tas berisi buku-buku, dua pasang sepatu, kalung, gelang, dan cincin. Identitas dua kerangka itu akhirnya terungkap.
"Warga temukan kerangka kakak adik yang hilang lima tahun lalu di rumah kosong dan sepeda motornya di parit," kata Kapolsek Talang Kelapa AKP Mukhlis, Senin (7/9).
Advertisement
Pembunuh Ditangkap
Dari hasil olah TKP, kepolisian menduga kedua korban tewas akibat pembunuhan. Dari penyelidikan, polisi mengedentifikasi salah satu pelaku berinisial RS (27) yang ditangkap tanpa perlawanan di rumahnya di Kenten, Talang Kelapa, Banyuasin.
Hasil interogasi RS, kepolisian menangkap satu pelaku lain yakni AD alias D (25) di Sungai Sedapat, Talang Kelapa. Keduanya mengakui sebagai pembunuh kakak beradik itu.
"Kami langsung lidik dan terungkap siapa pembunuhnya," ujar dia.
Namun kepolisian belum menerangkan motif pembunuhan dan kronologinya. Kepolisian perlu melakukan pendalaman lagi, termasuk kemungkinan keterlibatan pihak lain.
"Nanti akan kita sampaikan secara utuh," pungkas Mukhlis.