Menjaga kesehatan kognitif adalah investasi jangka panjang yang dimulai dengan melindungi sel-sel otak dari stres oksidatif. Stres oksidatif dapat menyebabkan kerusakan pada sel otak, yang berpotensi mengakibatkan penuaan dini dan berbagai penyakit kronis.
Oleh karena itu, penting untuk mengambil langkah-langkah pencegahan, salah satunya dengan mengonsumsi nutrisi yang berfungsi sebagai 'perisai' alami, guna menjaga agar neuron dan memori tetap optimal seiring bertambahnya usia.
Menurut Gary Small, seorang profesor dan pakar kesehatan otak, sayuran berdaun hijau gelap serta buah-buahan berwarna cerah memiliki kandungan antioksidan tinggi yang sangat penting bagi kesehatan otak. Sayuran hijau, misalnya, mengandung lutein yang mendukung proses visual serta kemampuan dalam pengolahan angka dan kata-kata. Di sisi lain, buah seperti delima kaya akan antosianin yang berfungsi untuk melawan stres oksidatif.
"Buah pomegranate dan sayur-sayuran mengurangi stres oksidatif yang akan mencegah penyebab kekacauan dalam sel otak," ucap Gary saat ditemui dalam konferensi pers peluncuran SharpSpearmint dari Herbalife di Jakarta pada Kamis (22/1).
Advertisement
Mengonsumsi Multivitamin
Suplemen dapat berperan penting dalam memastikan bahwa kebutuhan nutrisi yang mungkin tidak terpenuhi melalui makanan sehari-hari dapat terpenuhi.
Berdasarkan Cocoa Supplement and Multivitamin Outcomes atau Studi COSMOS, penggunaan multivitamin secara rutin terbukti mampu memperlambat penurunan fungsi kognitif serta kehilangan memori pada orang dewasa.
Multivitamin ini mengandung 23 vitamin dan mineral esensial, termasuk vitamin B yang mendukung kesehatan saraf, serta vitamin C dan E yang berfungsi sebagai antioksidan untuk melindungi sel-sel otak dari kerusakan.
Gary menekankan pentingnya dukungan mikronutrisi. "Multivitamin, seperti yang saya sebutkan, sangat penting bagi kesehatan otak dan badan," kata Gary dalam acara yang diselenggarakan bersama SharpSpearmint dari Herbalife.
Advertisement
Cara Mnejaga Ingatan Tetap Tajam
Gary memberikan beberapa saran praktis yang perlu diterapkan untuk menjaga ketajaman otak.
Menjaga Berat Badan Ideal
Obesitas pada usia paruh baya dapat meningkatkan risiko demensia di masa tua. "Obesitas lama kelamaan dapat meningkatkan risiko demensia di usia tua, jadi kita harus menjaga berat normal," tutur Gary.
Olahraga Rutin
Selain itu, melakukan aktivitas fisik secara teratur, seperti berjalan cepat selama 30 menit setiap hari, dapat membantu memperbesar ukuran hippocampus yang merupakan pusat memori di otak.
Kelola Stres
Selain itu, penting untuk mengelola stres melalui relaksasi karena tekanan mental yang berkepanjangan dapat memperburuk daya ingat. Gunakan teknik meditasi atau Box Breathing (pola napas 4 detik) selama 10 menit untuk menenangkan saraf dan meningkatkan suasana hati. Dengan mengadopsi pola makan yang kaya antioksidan dan didukung oleh multivitamin yang sesuai, serta menjalani gaya hidup aktif, Anda dapat menjaga pikiran tetap tajam dan berfungsi dengan baik hingga memasuki usia senja.