Cara Mengoptimalkan Bakteri Baik pada Kulit untuk Mencegah Eksim

Dermatitis atopik, yang juga dikenal sebagai eksim, sering dialami oleh anak-anak dan memiliki faktor genetis.

Dinny Mutiah
Oleh Dinny Mutiah - Reporter
Cara Mengoptimalkan Bakteri Baik pada Kulit untuk Mencegah Eksim
Ilustrasi kulit gatal. (dok. Romina Faras/Unsplash) (© 2025 Liputan6.com)

Istilah eksim mungkin sudah tidak asing bagi Anda, tetapi dermatitis atopik mungkin masih terdengar asing. Kedua istilah ini merujuk pada kondisi kulit kronis yang ditandai dengan kulit kering, bersisik, serta berwarna merah dan gatal.

Penyakit ini sering kali memiliki faktor genetik dan dapat muncul pada berbagai usia. Gejala yang paling umum terlihat adalah ruam merah yang sangat gatal, terutama di area lipatan kulit seperti siku, lutut, dan pergelangan tangan. Rasa gatal yang hebat ini bisa mengganggu aktivitas sehari-hari dan berpotensi menyebabkan kerusakan pada kulit akibat garukan yang berulang.

Diperkirakan sekitar 15 hingga 20 persen anak-anak mengalami dermatitis atopik. Meskipun umumnya gejala ini akan berkurang seiring bertambahnya usia dan meningkatnya daya tahan tubuh, ada kemungkinan gejala tersebut bisa kambuh, terutama ketika terpapar oleh faktor lingkungan tertentu. Angka kejadian dermatitis atopik telah meningkat hingga tiga kali lipat dalam beberapa dekade terakhir, khususnya di negara-negara dengan kawasan industri yang berkembang pesat.

Penderita dermatitis atopik mayoritas adalah perempuan, dengan rasio 14:1. Sekitar 85 persen anak-anak yang terkena penyakit ini mengalaminya sebelum mencapai usia lima tahun. Paling banyak dialami oleh bayi, yakni 45 persen menunjukkan gejala dalam enam bulan pertama setelah kelahiran, 60 persen di bawah usia satu tahun, dan 85 persen di bawah usia lima tahun.

Salah satu penyebab utama penyakit ini adalah kurangnya lapisan lemak pada kulit bagian luar serta kondisi abnormal pada lapisan pelindung kulit, yang memungkinkan alergen masuk ke dalam celah-celah kulit dan memicu gejala seperti gatal, kemerahan, dan peradangan. Selain itu, ketidakseimbangan bakteri di permukaan kulit juga dapat berkontribusi terhadap kondisi ini, dilansir Merdeka.com dari berbagai sumber pada, Kamis(10/8/2025).

Menjaga Keberlangsungan Bakteri baik pada Kulit sangatlah Penting

Pentingnya Perkaya Bakteri Baik di Kulit demi Cegah Eksim
Ilustrasi kulit gatal. (dok. Romina Faras/Unsplash) © 2025 Liputan6.com

Indira Natalia, yang menjabat sebagai Brand Manager Mustela Indonesia, mengungkapkan, "Melalui penelitian yang dilakukan Mustela, ditemukan bahwa orang dengan dermatitis atopik memiliki sejumlah besar bakteri Staphylococcus aureus yang hidup di kulit mereka. Bakteri ini tidak hanya bisa menyebabkan infeksi, tapi memicu respon imun yang memicu gejala kemerahan.

"Dia menjelaskan bahwa kondisi ini dapat diatasi dengan kehadiran bakteri baik pada kulit. Sama halnya dengan pencernaan, bakteri baik akan berkembang dengan baik jika didukung oleh asupan makanan yang dikenal sebagai prebiotik. "Jadi, jumlahnya cukup untuk menjaga keseimbangan ekosistem mikrobiota pada kulit," tambahnya.

Untuk menyikapi hal tersebut, salah satu solusi yang diusulkan adalah dengan memilih produk perawatan kulit yang tepat. Dalam rangka menyambut Eczema Awareness Month yang jatuh pada bulan Oktober, Mustela sebagai brand perawatan tubuh meluncurkan krim khusus untuk merawat kulit atopik. Produk ini diberi nama Mustela Stelatopia + dan mengandung shea butter, minyak alpukat, serta minyak bunga matahari yang didistilasi, yang semuanya dipadukan dengan Bioecolia.

Fungsi dari Setiap Bahan Utama sangat Beragam

Pentingnya Perkaya Bakteri Baik di Kulit demi Cegah Eksim
Ilustrasi kulit gatal. (dok. Romina Faras/Unsplash) © 2025 Liputan6.com

Shea butter dan minyak alpukat memiliki peran penting dalam memberikan nutrisi dan kelembaban pada lapisan luar kulit. Keduanya mendukung fungsi penghalang alami kulit serta membantu mengurangi rasa kering dan tidak nyaman. Di sisi lain, minyak bunga matahari berfokus pada lapisan kulit yang lebih dalam dengan meningkatkan diferensiasi keratinosit di epidermis dan mendorong regenerasi kulit yang sehat dan kuat.

Selain itu, Bioecolia adalah bahan prebiotik canggih yang diklaim efektif dalam menjaga keseimbangan mikroflora kulit. Bahan ini membantu memelihara ekosistem kulit yang seimbang dan mengurangi pertumbuhan bakteri berbahaya, seperti Staphylococcus aureus, yang sangat penting untuk menjaga kesehatan kulit serta mengurangi peradangan.

"Studi klinis pada 60 anak dengan eksim sedang hingga berat menunjukkan bahwa penggunaan Mustela Stelatopia+ selama delapan minggu, mampu mengurangi peradangan eksim hingga 40 persen dan meningkatkan hidrasi kulit hingga 25 persen. Penelitian in vitro menunjukkan bahwa Bioecolia dapat meningkatkan fungsi penghalang kulit dan meningkatkan produksi antimikroba alami yang membantu melawan infeksi," ujar Indira. Dengan demikian, kombinasi bahan-bahan ini tidak hanya memberikan kelembaban tetapi juga meningkatkan kesehatan kulit secara keseluruhan.

Hindari Penggunaan Produk Sembarangan pada Anak yang Menderita Dermatitis Atopik

Program Berhadiah bagi Tamu Hotel yang Berhasil Hamil Usai Menginap, Tertarik?
Hotel Arche Polandia. (dok. Hotel Czestochowa / https://www.hotelczestochowa.com/en) © 2025 Liputan6.com

Bayi dan anak-anak sangat rentan terhadap dermatitis atopik, terutama jika orangtuanya juga mengalami kondisi yang sama. Oleh karena itu, orangtua harus lebih berhati-hati dalam merawat kulit anak dan bayi, yang cenderung lebih sensitif dibandingkan dengan kulit orang dewasa. "Bayi punya lapisan kulit tiga kali lebih tipis dari orang dewasa dan rentan terhadap bahaya iritasi dan alergi," ungkap dokter spesialis kulit dan kelamin, dr. Anna Juniawati Putri Gunawan, SpKK, di Kemanggisan, Jakarta Pusat, pada Selasa, 19 November 2019.

Dr. Anna menekankan pentingnya kehati-hatian dalam memilih produk yang digunakan pada kulit anak untuk mencegah iritasi. Produk yang dipilih sebaiknya bebas dari pengawet dan pewangi, karena bahan-bahan tersebut dapat menjadi pemicu eksim. "Makin tinggi pewangi bisa terjadi iritasi. Gunakan sabun cuci deterjen untuk anak-anak yang telah didesain dengan pengawet dan pewangi lebih ringan," tambahnya. Selain itu, orangtua disarankan untuk memandikan bayi dengan air hangat hingga dingin, dan sebaiknya menghindari penggunaan air panas, karena dapat membuat kulit bayi dan anak menjadi lebih kering. "Kulit kering memicu atopik," imbuhnya.

Rekomendasi