Membedakan Sakit Kepala, Migrain, dan Vertigo, Agar Tidak Salah Penanganan

Sakit kepala, migrain, dan vertigo kerap kali dianggap sama. Penting untuk memahami perbedaan di antara ketiganya agar penanganannya tepat.

Andre Kurniawan Kristi
Oleh Andre Kurniawan Kristi - Reporter
Membedakan Sakit Kepala, Migrain, dan Vertigo, Agar Tidak Salah Penanganan
Ilustrasi Penyebab Migrain Credit: pexels.com/Andrea (© 2025 Liputan6.com)

Sakit kepala, migrain, dan vertigo sering kali dianggap sebagai penyakit yang sama. Namun, ketiganya memiliki penyebab, gejala, dan metode penanganan yang berbeda. Ketidakakuratan dalam mengidentifikasi jenis gangguan ini bisa menyebabkan pemilihan pengobatan yang tidak tepat, yang bisa memperburuk kondisi pasien.

Dr. Jeffry Foraldy Haryanto, Sp.N, seorang dokter spesialis saraf di Rumah Sakit Hermina Bitung, menjelaskan bahwa banyak orang masih keliru dalam membedakan migrain dan vertigo. "Nah ini juga kadang-kadang kalau migrain dan vertigo disalahartikan oleh masyarakat, keluhannya sebenarnya migrain tapi disebutnya vertigo," ungkapnya dalam wawancara eksklusif dengan ANTARA pada Kamis (6/2).

Penting untuk memahami karakteristik masing-masing kondisi agar penanganan yang diberikan dapat dilakukan secara efektif. Lalu, apa saja perbedaan yang ada antara sakit kepala, migrain, dan vertigo? Mari kita simak penjelasannya secara mendetail.

1. Sakit Kepala

Sakit kepala, yang juga dikenal dengan istilah cephalgia, adalah suatu kondisi medis yang ditandai dengan rasa nyeri di area kepala, leher belakang, atau punggung bagian atas. Dalam dunia medis, sakit kepala dibagi menjadi dua kategori utama, yaitu sakit kepala primer dan sekunder.

Sakit kepala primer terjadi tanpa adanya penyakit lain yang menjadi penyebabnya. Terdapat tiga jenis utama dari sakit kepala primer:

  1. Tension Headache: Rasa nyeri seperti kepala terikat erat, biasanya disebabkan oleh stres, kelelahan, atau kurang tidur.
  2. Cluster Headache: Nyeri yang sangat intens di sekitar area mata, yang umumnya berlangsung dalam waktu singkat tetapi terjadi berulang dalam periode tertentu.
  3. Migrain: Nyeri berdenyut yang biasanya terasa di satu sisi kepala dan sering disertai dengan mual serta sensitivitas terhadap cahaya dan suara.

Sementara itu, sakit kepala sekunder muncul akibat faktor lain, seperti sinusitis, infeksi telinga, hipertensi berat, atau bahkan tumor otak. Jika seseorang mengalami sakit kepala disertai dengan gejala tambahan seperti kejang atau masalah penglihatan, maka sangat disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter.

2. Migrain

Migrain sering kali disamakan dengan sakit kepala biasa, padahal sebenarnya migrain memiliki ciri-ciri yang lebih rumit. Menurut penjelasan dr. Jeffry, migrain biasanya terasa berdenyut dan sering kali hanya muncul di satu sisi kepala, meskipun bisa berpindah-pindah atau menyebar ke seluruh bagian kepala.

"Memang kalau secara karakteristik migrain itu tidak pasti ya, biasanya dia nyeri kepalanya itu sebelah, bisa di sebelah kanan bisa di sebelah kiri, pindah-pindah juga bisa, sakit kepala semuanya juga bisa," ungkap dr. Jeffry.

Beberapa gejala khas yang sering muncul pada migrain antara lain:

  1. Nyeri berdenyut yang sangat kuat.
  2. Mual, muntah, atau mengalami penglihatan yang kabur.
  3. Sensitivitas terhadap cahaya dan suara.
  4. Berlangsung antara 4 hingga 72 jam dan biasanya semakin parah dengan aktivitas fisik.

Jika migrain tidak diobati dengan baik, kondisi ini dapat menjadi lebih parah dan sering kali akan muncul kembali. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengenali tanda-tanda migrain agar dapat menerima perawatan yang tepat.

3. Vertigo

Vertigo berbeda dari sakit kepala dan migrain, karena bukan hanya sekadar rasa nyeri di kepala, tetapi juga merupakan gangguan keseimbangan yang membuat penderitanya merasa seolah-olah dunia di sekelilingnya berputar. Terdapat dua jenis vertigo yang utama, yaitu:

  1. Vertigo Sentral: Terjadi akibat masalah di dalam otak, contohnya tumor, stroke, atau infeksi.
  2. Vertigo Perifer: Jenis yang lebih umum dan disebabkan oleh gangguan pada organ keseimbangan yang terletak di telinga bagian dalam.

Beberapa gejala yang sering dialami oleh penderita vertigo mencakup:

  1. Sensasi berputar atau bergoyang.
  2. Kehilangan keseimbangan dan rasa sempoyongan.
  3. Mual, muntah, serta telinga berdenging.
  4. Gerakan bola mata yang tidak normal (nystagmus).

"Vestibular itu di daerah telinga, jadi telinga kanan kirinya ada organ keseimbangan jadi kalau ada masalah di situ sensitif, penuaan atau pernah ada trauma kepala, kecelakaan. Bisa jadi overreaktif gitu ya, jadi biasanya gampang pusing, contohnya perubahan posisi kepala, jadi pusing, mual, muntah," tambah dr. Jeffry.

4. Cara Mengenali dan Menangani Sakit Kepala, Migrain, serta Vertigo

Untuk mengatasi ketiga kondisi tersebut, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mengenali gejalanya. Sebagai contoh, jika sakit kepala atau migrain disebabkan oleh stres atau kurang tidur, maka memberikan waktu istirahat yang cukup serta mengelola stres dengan baik dapat menjadi solusi yang efektif. Di sisi lain, bagi penderita vertigo, penting untuk tidak melakukan perubahan posisi kepala secara tiba-tiba agar tidak memperburuk kondisi.

Jika Anda mengalami gejala-gejala berikut, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter:

  1. Sakit kepala hebat yang muncul secara tiba-tiba.
  2. Nyeri kepala yang tidak kunjung reda meskipun sudah mengonsumsi obat.
  3. Vertigo yang berkepanjangan dan disertai gangguan pendengaran.

People Also Ask

Q: Apakah migrain selalu terjadi di satu sisi kepala?

A: Tidak selalu. Meskipun migrain umumnya terjadi di satu sisi, nyerinya bisa berpindah-pindah atau bahkan terasa di seluruh kepala.

Q: Apakah vertigo termasuk sakit kepala?

A: Tidak. Vertigo lebih berkaitan dengan gangguan keseimbangan dibandingkan dengan sakit kepala.

Q: Bagaimana cara mengatasi vertigo?

A: Hindari perubahan posisi yang mendadak, konsumsi cukup cairan, dan lakukan latihan keseimbangan jika direkomendasikan oleh dokter.

Q: Kapan harus ke dokter jika mengalami sakit kepala atau vertigo?

A: Jika sakit kepala sangat hebat, tidak kunjung membaik, atau disertai gejala lain seperti gangguan penglihatan dan keseimbangan, segera konsultasikan ke dokter.

Rekomendasi