Jangan Lewatkan Sahur! Begini Dampaknya Bagi Kesehatan Fisik dan Energi Puasa Anda

Saat bulan Ramadhan tiba, banyak orang yang sering mengabaikan ritual sahur yang sebenarnya sangat penting.

Woro Anjar Verianty
Oleh Woro Anjar Verianty - Reporter
Jangan Lewatkan Sahur! Begini Dampaknya Bagi Kesehatan Fisik dan Energi Puasa Anda
Ilustrasi Muslim, puasa, buka puasa, sahur. (Photo by Michael Burrows from Pexels) (© 2026 Liputan6.com)

Bulan Ramadhan seringkali membuat banyak orang melewatkan ritual sahur, meskipun sahur memiliki makna yang sangat penting, baik dari segi spiritual maupun kesehatan. Para ahli kesehatan menegaskan bahwa sahur berperan vital dalam menjaga stamina dan kebugaran selama berpuasa.

Sebagai "bekal" utama, sahur membantu tubuh bertahan selama 14 jam tanpa makanan dan minuman, serta menjaga kestabilan kadar gula darah dan metabolisme tubuh.Melewatkan sahur dapat berdampak buruk pada kesehatan, karena kebiasaan ini mengurangi energi dan produktivitas selama berpuasa.

Penelitian menunjukkan bahwa mereka yang rutin sahur memiliki tingkat produktivitas yang lebih baik dibandingkan yang tidak. Oleh karena itu, penting untuk memahami manfaat sahur sebagai persiapan tubuh menghadapi tantangan fisik selama Ramadhan, dilansir Merdeka.com dari berbagai sumber, Senin(13/1/2025).

Apa alasan Sahur Penting untuk Kesehatan?

Apa Hukumnya Orang yang Tidak Sahur tapi Puasa?
Ilustrasi muslimah, Islami. Credit: freepik.com © 2025 Liputan6.com

Sahur memiliki peranan penting dalam menjaga kesehatan selama puasa. Dr. Putri Sakti Dwi Permanasari, ahli gizi dari Universitas Indonesia, menjelaskan bahwa sahur memberikan kesempatan bagi tubuh untuk menyimpan cadangan energi, yang membantu menjaga stamina dan efisiensi metabolisme tubuh.

Tanpa sahur, tubuh akan mengandalkan cadangan energi secara berlebihan, menyebabkan kelelahan dan menurunnya daya tahan tubuh.Selain itu, sahur juga berfungsi untuk menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh.

Mengonsumsi cukup air saat sahur dapat mencegah dehidrasi, yang sangat penting karena tubuh lebih sulit bertahan tanpa air dibandingkan tanpa makanan. Sahur juga membantu mengoptimalkan fungsi otak dan menjaga kestabilan emosi, dengan mempertahankan kadar gula darah agar terhindar dari mood swing selama puasa.

Akibat Buruk dari Tidak Sahur

Doa-Doa Sebelum dan Sesudah Berbuka Puasa yang Perlu Anda Ketahui
caption buka puasa bersama Ilustrasi dibuat AI © 2025 Liputan6.com

Melewatkan sahur dapat menimbulkan berbagai efek negatif pada kesehatan dan produktivitas. Tanpa sahur, risiko dehidrasi meningkat, yang dapat menyebabkan sakit kepala, pusing, dan penurunan konsentrasi.

Kelelahan juga lebih cepat terjadi karena tubuh tidak memiliki cadangan energi yang cukup, mengurangi produktivitas dan meningkatkan kerentanannya terhadap stres.

Selain itu, penurunan kadar gula darah yang tajam dapat mempengaruhi kestabilan emosi, menyebabkan perubahan mood yang signifikan.

Untuk menjaga kesehatan dan stamina, menu sahur yang tepat sangat penting. Para ahli gizi menyarankan konsumsi karbohidrat kompleks seperti nasi merah atau oatmeal untuk kenyang lebih lama.

Protein berkualitas, seperti telur, ikan, tahu, dan tempe, membantu mempertahankan massa otot dan memberi energi berkelanjutan.

Sayuran dan buah-buahan yang kaya air, seperti bayam, brokoli, semangka, dan alpukat, juga dianjurkan untuk mencegah dehidrasi dan menyuplai vitamin serta mineral penting.

Puasa dalam Islam Dimulai dengan Sahur

Bolehkah Puasa Senin-Kamis setelah Nisfu Sya'ban? Simak Penjelasan Buya Yahya
tips puasa sehat ala rasulullah Ilustrasi dibuat AI © 2025 Liputan6.com

Dalam Islam, sahur memiliki peran yang sangat penting sebagai sunnah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik RA, "Makan sahurlah kalian karena sesungguhnya di dalam sahur itu terdapat berkah." (HR Bukhari).

Waktu sahur juga merupakan saat yang penuh berkah, di mana Allah SWT dan para malaikat memberikan perhatian khusus kepada mereka yang bersahur.

Hal ini juga ditegaskan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Sa'id Al Khudri RA, bahwa Allah SWT dan para malaikat bershalawat kepada orang-orang yang bersahur, meskipun hanya dengan seteguk air.

Allah SWT memberikan petunjuk mengenai waktu sahur melalui Al-Qur'an, tepatnya dalam surah Al-Baqarah ayat 187, yang menyatakan bahwa umat Islam diperbolehkan untuk makan dan minum hingga terlihatnya fajar shadiq.

Ayat ini menunjukkan betapa Allah SWT memberikan kemudahan dan keleluasaan bagi hamba-Nya dalam mempersiapkan diri sebelum berpuasa. Sahur tidak hanya sekadar makan dan minum, tetapi juga merupakan waktu yang sangat baik untuk berdoa dan beribadah.

Saat sahur adalah waktu turunnya rahmat Allah SWT, sehingga sangat dianjurkan untuk memanfaatkan waktu ini dengan berbagai amalan, seperti zikir, istighfar, dan doa.

Rekomendasi