Kepala Kambing hingga Kostum Seram, Panitia Karnaval Pekalongan Buka Suara

Kostum menyeramkan dikenakan sejumlah peserta hingga kemunculan kepala kambing dalam karnaval menjadi bagian paling banyak diperbincangkan.

Danny Adriadhi Utama
Oleh Danny Adriadhi Utama - Reporter
Kepala Kambing hingga Kostum Seram, Panitia Karnaval Pekalongan Buka Suara
Peserta Karnaval Pekalongan. (tangkapan layar video).

Viral video di media sosial (medsos) memperlihatkan atraksi menyeramkan dalam rangkaian Simbang Kulon Night Carnival (SKNC) di Kelurahan Simbang Kulon, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.

Kabar diunggah dalam akun Instagram@Thelatesmedia menjadi sorotan setelah sejumlah penampilan peserta memunculkan anggapan adanya unsur ritual satanis.

Kostum menyeramkan dikenakan sejumlah peserta hingga kemunculan kepala kambing dalam karnaval menjadi bagian paling banyak diperbincangkan. Terlebih, terdapat pula penyembelihan kambing oleh salah satu kelompok peserta.

Penjelasan Panitia

Ketua Panitia SKNC 2026, Mahsun membantah adanya ritual bernuansa satanis dan seluruh penampilan merupakan bagian dari hiburan.

"Itu biasa saja. Kita tidak tahu panitia ataupun peserta itu tidak tahu kalau itu satanik dan sebagainya. Kita hanya tujuannya menghibur warga," kata Mahsun, Selasa (15/9).

Terkait penyembelihan kambing untuk makan bersama, pihaknya membenarkan adanya kambing yang disembelih dalam rangkaian kegiatan SKNC 2026. Namun, ia membantah penyembelihan tersebut berkaitan dengan ritual tertentu ataupun digunakan sebagai tumbal.

"Kambingnya itu disembelih kan memang untuk kegiatan makan-makan setelah acara. Bukan buat tumbal, hanya sekadar itu," ujar dia.

Selain penyembelihan kambing, keberadaan kepala kambing yang diperlihatkan dalam karnaval juga menjadi sorotan. Kepala kambing tersebut bukan kepala dari kambing yang disembelih dalam kegiatan acara. Namun, kepala yang dibawa peserta memang merupakan bagian dari properti penampilan untuk mendukung konsep kontingen.

"Jadi kita bawa kepala sendiri ditunjukkan bahwa seakan-akan kepala milik kambing itu. Padahal bukan," kata dia.

Penjelasan tersebut sekaligus menjadi klarifikasi panitia terhadap anggapan bahwa kepala kambing yang terlihat dalam karnaval memiliki kaitan dengan penyembelihan atau ritual tertentu. Peserta SKNC 2026 Warga Simbang Kulon Mahsun mengatakan para peserta SKNC 2026 bukan berasal dari kelompok luar, melainkan warga Simbang Kulon sendiri. Peserta terdiri atas kalangan pemuda hingga perwakilan remaja dari sejumlah musala di wilayah tersebut.

"Peserta karnaval dari warga Simbang Kulon sendiri, dari pemuda-pemuda se-Kelurahan Simbang Kulon. Perwakilan remaja-remaja masing-masing musala," ujar dia.

Setiap kontingen sendiri memiliki tema dan kostum masing-masing. Salah satu konsep yang dipilih memang menampilkan karakter dengan visual menyeramkan. Meski demikian, ia menegaskan penampilan tersebut tidak dimaksudkan untuk menghadirkan ritual satanis.

"Soal kostum memang semacam itu. Tapi itu temanya apa, dari pihak yang bersangkutan itu kan tidak ada tahu kalau itu temanya satanik, temanya apa," kata Mahsun.

Panitia Sebut SKNC 2026 Sudah Berizin dan pihaknya juga memastikan kegiatan SKNC 2026 telah melalui proses administrasi dan koordinasi dengan pihak terkait. Panitia telah mengajukan izin kepada kepolisian dan menyampaikan surat kepada Pemerintah Kabupaten Pekalongan.

"Kegiatan keramaian sudah izin ke Polres, sudah ngasih surat ke Pemkab. Kita sudah secara administrasi kita sudah izin. Bahkan Kapolres kan hadir di panggung," pungkasnya.

Rekomendasi