Pastikan Membaca Kandungan Gula di Label Makanan untuk Kesehatan

Kebiasaan memastikan kandungan gula pada makanan bisa menjadi langkah awal cegah masalah kesehatan di masa mendatang.

Rizky Wahyu Permana
Oleh Rizky Wahyu Permana - Reporter
Pastikan Membaca Kandungan Gula di Label Makanan untuk Kesehatan
Saat kemasannya menggembung tapi kondisi makanan terlihat aman dan warnanya tak berubah kita jadi ragu. (Shutterstock)

Membiasakan diri membaca label pada kemasan makanan dan minuman adalah langkah kecil yang dapat berdampak besar pada kesehatan Anda dan keluarga. Anggota Unit Kerja Koordinasi Endokrinologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Prof. Dr. dr. Siska Mayasari Lubis, MKed (Ped), SpA(K), menekankan pentingnya memahami kandungan gula yang tercantum pada label kemasan untuk menghindari konsumsi berlebih.

“Ini yang sudah harus mulai kita biasakan setiap membeli minuman dan makanan berkemasan. Harus pastikan berapa kandungan gulanya, kalau misalkan makanan manis tersebut mengandung gula tinggi,” ujar Siska dilansir dari Antara.

Kandungan gula dalam makanan dan minuman tidak hanya berupa gula pasir, tetapi juga dalam bentuk sukrosa, fruktosa, glukosa, dekstrosa, sirup jagung tinggi fruktosa, madu, molase, maltosa, hingga jus buah terkonsentrasi. Semua ini sering kali dicantumkan pada label kemasan sebagai gula tambahan.

Bahaya Konsumsi Gula Berlebih

Mengonsumsi makanan atau minuman dengan kadar gula yang tinggi dapat meningkatkan risiko obesitas dan berbagai penyakit kronis seperti diabetes. Siska menegaskan bahwa minuman manis, misalnya, dapat meningkatkan asupan kalori tanpa memberikan rasa kenyang. Akibatnya, konsumsi berlebih sering kali tidak disadari.

“Minuman manis itu, seperti yang kita ketahui, dia dapat meningkatkan kalori cairan namun tidak memberikan rasa kenyang, sehingga dapat meningkatkan konsumsi berlebih,” kata Siska.

Ilustrasi Gula (sumber : Austronauts)
Ilustrasi Gula (sumber : Austronauts) @ 2023 merdeka.com

Pentingnya Memahami Label Kemasan

Untuk menghindari konsumsi gula berlebihan, Prof. Siska menyarankan agar masyarakat selalu membaca label gizi pada setiap kemasan produk. Informasi seperti total kalori, karbohidrat, serta gula tambahan yang tercantum pada label dapat menjadi panduan penting.

“Penting sekali untuk kita selalu membaca label yang ditempel di kemasan makanan yang memperlihatkan tentang berapa kalori makanan tersebut, berapa karbohidrat, dan gula tambahan yang diberikan dalam minuman dan makanan,” jelasnya.

Selain itu, perhatikan takaran saji yang tertera pada label. Siska memberikan contoh, satu kemasan produk dapat mencantumkan takaran saji untuk dua hingga tiga gelas, dengan setiap takaran berisi 55 gram. Jumlah kalori per sajian dapat mencapai 230, sehingga konsumsi tanpa memperhatikan takaran saji berpotensi meningkatkan asupan gula secara signifikan.

Kebiasaan sederhana membaca label makanan dan minuman dapat membantu konsumen memahami kandungan gula dan mengatur pola makan. Dengan langkah ini, risiko obesitas dan penyakit kronis lainnya dapat diminimalkan.

Rekomendasi