Jangan Makan Durian Kalau Mau Hipertensi, Mitos Atau Fakta?

Sebagian orang percaya makan duian bisa menyebabkan darah tinggi.

alfiyya dafifah
Oleh alfiyya dafifah - Reporter
Jangan Makan Durian Kalau Mau Hipertensi, Mitos Atau Fakta?
Buah durian terlihat di kafe Mao Shan Wang di Singapura (26/1). Restoran yang menyediakan beragam aneka rasa durian ini telah menarik banyak pengunjung untuk datang mencicipi buah durian d (© 2024 Liputan6.com)

Durian, sering dijuluki sebagai "raja buah," adalah salah satu buah tropis yang paling populer di Asia Tenggara. Meskipun memiliki aroma yang khas dan rasa yang digemari banyak orang, durian sering kali menjadi perdebatan terkait dampaknya terhadap kesehatan, terutama tekanan darah tinggi atau hipertensi. Namun, apakah semua anggapan tentang durian dan hipertensi benar? Berikut merupakan ulasan terkait mitos, fakta, dan anjuran konsumsi durian berdasarkan penelitian ilmiah dan pendapat para ahli.

Salah satu kepercayaan umum yang berkembang di masyarakat adalah bahwa makan durian dapat menyebabkan lonjakan tekanan darah. Namun, menurut Dr. Bernard Chiew, seorang ahli kardiologi di Davao Doctors Hospital, anggapan ini hanyalah mitos. "Tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa durian dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah," jelasnya.

Pernyataan Dr. Chiew didukung oleh sebuah studi yang diterbitkan di International Journal of Food Properties. Penelitian tersebut mengamati hubungan antara konsumsi durian dan tekanan darah pada pria sehat. Para peserta penelitian mengonsumsi plasebo, 250 gram, atau 500 gram daging durian. Tekanan darah dan detak jantung mereka diukur pada interval waktu tertentu hingga 24 jam setelah konsumsi.

"Hasil penelitian menunjukkan bahwa tekanan darah sistolik dan diastolik tetap normal pada kelompok yang diberikan durian," tulis laporan tersebut. Namun, terdapat peningkatan signifikan pada detak jantung kelompok yang mengonsumsi 500 gram durian dalam kurun waktu 30 menit hingga dua jam setelah konsumsi.

Hipertensi dan Diet Sehat, Kunci untuk Menjaga Kesehatan Jantung
Hipertensi dan Diet Sehat, Kunci untuk Menjaga Kesehatan Jantung Freepik

Meskipun hasil penelitian tersebut menepis mitos durian sebagai penyebab hipertensi, beberapa ahli tetap menyarankan agar konsumsi durian dilakukan secara moderat, terutama bagi penderita hipertensi atau diabetes. Dr. Hu Chang Hock, penasihat Asosiasi Medis Malaysia, menyarankan agar penderita hipertensi dan diabetes tidak mengonsumsi durian dalam jumlah berlebihan. "Durian dapat menyebabkan tekanan darah dan kadar gula darah meningkat jika dikonsumsi secara berlebihan," jelasnya dalam wawancara dengan The Star.

Val Turtur, Presiden Asosiasi Pengembangan Industri Kakao Mindanao, menambahkan bahwa konsumsi yang berlebihan dari apa pun, termasuk durian, dapat menyebabkan tekanan darah meningkat. "Segala sesuatu yang berlebihan tidak baik bagi tubuh," katanya.

Manfaat Biji Durian yang Tersembunyi, Cara Membuat Rebusan untuk Kesehatan Tubuh
Penampakan khas durian Montong Cane, kuning oranye, dengan daging buah tebal, biji kecil dan aroma kuat dan rasa yang legit. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo) © 2025 Liputan6.com

Di balik kontroversi seputar dampak durian terhadap tekanan darah dan kesehatan, buah ini sebenarnya mengandung berbagai nutrisi yang bermanfaat. Berdasarkan data dari National Nutrient Database for Standard Reference, durian mengandung 147 kilokalori energi, 1,47 gram protein, 27,09 gram karbohidrat, dan 3,8 gram serat pangan per 100 gram. Selain itu, durian kaya akan vitamin C, potasium, thiamin, riboflavin, dan magnesium.

Potasium yang terdapat dalam durian berperan penting dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh dan tekanan darah. "Potasium membantu menjaga tekanan darah tetap normal, yang pada akhirnya mengurangi risiko penyakit kardiovaskular," jelas situs raffleshealth.com.

Durian juga memiliki manfaat tambahan selama pandemi. Vitamin C yang terkandung di dalamnya bertindak sebagai antioksidan yang mendukung sistem kekebalan tubuh. Selain itu, durian mengandung triptofan, asam amino esensial yang membantu meningkatkan kadar melatonin, hormon yang mengatur siklus tidur. “Mengonsumsi durian sebelum tidur dapat membantu Anda mendapatkan tidur yang lebih nyenyak,” kata Apple Chan, seorang ahli gizi di Gleneagles Hospital, Singapura.

Meskipun memiliki banyak manfaat, konsumsi durian harus tetap dibatasi, terutama bagi mereka yang memiliki kondisi kesehatan tertentu. Orang dengan diabetes, misalnya, harus berhati-hati karena durian mengandung gula alami seperti fruktosa dan glukosa yang dapat meningkatkan kadar gula darah. "Dua biji durian setara dengan satu porsi buah harian. Jadi, penting untuk mematuhi batas konsumsi yang disarankan," kata healthhub.sg.Selain itu, durian dikenal tinggi kalori. Sebuah durian dapat mengandung antara 885 hingga 1.500 kalori, tergantung ukurannya. Konsumsi berlebihan durian dapat menyumbang hingga 68% dari asupan kalori harian yang direkomendasikan untuk orang dewasa.

Rekomendasi