Diabetes merupakan salah satu penyakit kronis yang bisa menimbulkan berbagai komplikasi serius, terutama bagi wanita yang hendak hamil. Pengelolaan diabetes sebelum dan selama kehamilan sangat penting untuk mencegah risiko bagi ibu dan bayi.
Dalam Juncto Lite Podcast, dr. Richard Suwandi, Sp.D dari RS EMC Pekayon menjelaskan pentingnya pengendalian gula darah bagi wanita dengan diabetes yang berencana untuk hamil.
Pengaruh Gula Darah Tinggi pada Kehamilan
Dr. Richard menekankan bahwa wanita dengan diabetes yang gula darahnya belum terkendali tidak disarankan untuk hamil.
"Pasien wanita dengan diabetes yang gula darahnya belum terkendali tidak boleh hamil, sebaiknya tidak disarankan hamil. Kenapa? Karena si gula ini akan masuk ke babynya," jelasnya.
Gula darah yang tinggi pada ibu hamil dapat masuk ke dalam tubuh bayi dan menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Salah satu komplikasi yang mungkin terjadi adalah makrosomia, atau bayi besar.
"Dalam proses kehamilannya, si gula ini yang gula darah yang jor-joran ini di badan si Ibu itu akan masuk ke babynya akan bikin yang namanya Big Baby. Jadi nanti, anaknya itu pas lahiran berat badannya 5 kilo-6 kilo," ungkap dr. Richard. Bayi dengan berat badan berlebihan ini sering kali sulit dilahirkan secara normal dan memerlukan operasi caesar.
Advertisement
Risiko Kelahiran pada Bayi dengan Ibu Diabetes
Risiko Lahir dengan Berat Badan Berlebih
Menurut dr. Richard, panggul wanita secara alami didesain untuk melahirkan bayi dengan berat badan antara 2,5 sampai 4 kilogram.
"Gimana lahirinnya orang panggul wanitanya kan didesain untuk paling mentok ya 4 kilo? Berat badan anak itu 2,5 sampai 4 kilo itu berat badannya normal gitu. Ini kalau 5 kilo udah pasti sesak," tambahnya.
Berat badan bayi yang berlebihan dapat menimbulkan komplikasi pada saat persalinan dan juga meningkatkan risiko cedera bagi ibu dan bayi.
Pentingnya Kontrol Gula Darah
Dr. Richard menekankan bahwa wanita dengan diabetes harus mengontrol gula darah mereka dengan ketat sebelum dan selama kehamilan.
"Ya memang benar kalau misal kondisi gula darah lagi tinggi itu, semua penyembuhan luka itu akan diperlambat. Jadi memang kondisi kalau ibu hamil itu ibu diabetes mau hamil itu benar-benar harus kontrol ketat dulu ke penyakit dalamnya, ke dokter yang bersangkutan. Gula darahnya harus diperbaikin sampai bagus baru boleh hamil dan ketika hamil kontrol gula darahnya mesti ketat banget," jelasnya.
Advertisement
Cara Cegah Diabetes saat Hamil
Manajemen Nutrisi dan Pengawasan Ketat
Untuk wanita dengan diabetes yang sedang hamil, manajemen nutrisi menjadi sangat penting.
"Kalau kebanyakan orang yang hamilnya sehat makan banyak makan apa aja, justru kalau untuk yang penderita diabetes itu harus dijaga," kata dr. Richard.
Wanita hamil dengan diabetes harus mengikuti diet yang ketat untuk menjaga kadar gula darah mereka tetap stabil.
Pemeriksaan Gula Darah Rutin
Bahkan wanita yang tidak memiliki diabetes harus rutin memeriksa gula darah mereka selama kehamilan.
"Wanita-wanita yang tidak diabetes sekalipun ketika lagi ANC, misalnya lagi penilaian-penilaian kehamilan sama dokter kebidananya, suka dicek gula karena kalau kecolongan gulanya tinggi itu efeknya katastropik sekali bahaya sekali," tambah dr. Richard.
Pemeriksaan gula darah rutin selama kehamilan sangat penting untuk mendeteksi adanya peningkatan gula darah yang bisa membahayakan ibu dan bayi.