Menjaga kesehatan merupakan hal yang harus disadari dan dilakukan bahkan sejak usia muda. Hal ini sangat penting karena kesehatan di masa muda ini bakal sangat menentukan kesehatannya secara keseluruhan hingga di usia tua nanti.
Berdasarkan survei Gaya Hidup di Asia dari Philips, 99 persen responden di Indonesia telah memahami pentingnya ‘kesehatan preventif'. Hal ini merupakan tindakan yang mereka ambil dalam kehidupan sehari-hari saat ini untuk mencegah penyakit atau mengurangi risiko kondisi kesehatan di masa depan.
Cara mencegah penyakit ini termasuk dengan menerapkan gaya hidup sehat dalam pola makan, olahraga dan kesejahteraan secara keseluruhan, pemeriksaan kesehatan serta pemantauan kesehatan secara teratur. Tak dapat dipungkiri bahwa pandemi telah memperkuat kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan bagi banyak orang.
Walau sudah memiliki kesadaran yang tinggi, namun dari survei tersebut diketahui bahwa 33 persen responden di Indonesia merasa bahwa mereka masih dapat melakukan lebih dari usaha mereka saat ini untuk menjaga kesehatan dirinya. Pemahaman ini nyatanya belum berjalan sesuai dengan penerapan gaya hidup sehat yang semestinya.
“Sangat menggembirakan melihat begitu banyak orang di wilayah Asia yang telah sadar akan pentingnya menjaga kesehatan mereka dan mengatur kondisi saat ini. Namun, berdasarkan survei yang ada, gaya hidup yang dianut oleh anak muda Indonesia saat ini masih dapat ditingkatkan menjadi lebih baik lagi, karena gaya hidup sehat dan aktif dapat membantu mengurangi resiko penyakit kardiovaskular,” ujar Pim Preesman, Country Leader Philips Indonesia.
“Oleh karena itu, di hari kesehatan Nasional ini, Philips sebagai perusahaan teknologi kesehatan terdepan ingin mengajak dan mendorong masyarakat Indonesia untuk lebih memperhatikan kesehatannya dengan menerapkan pola hidup sehat dan tubuh yang aktif. Hidup sehat adalah bentuk cinta dan tanggung jawab kita pada diri kita sendiri, yang harus dimulai dari diri kita sendiri. Kalau bisa segera dilakukan, sebaiknya dimulai dari sekarang dan jangan ditunda- tunda, lakukan secara konsisten bersama keluarga dan orang yang kita sayangi,” lanjutnya.
Advertisement
Data Kementerian Kesehatan RI menyebutkan setidaknya 61,27 persen anak usia 3 tahun ke atas mengkonsumsi minuman manis lebih dari satu kali per hari. Kemudian 30,22 persen orang mengkonsumsi minuman manis 1-6 kali per minggu, dan 8,51 persen lainnya mengonsumsi minuman manis kurang dari 3 kali per bulan. Data ini juga menunjukkan bahwa 28,7 persen masyarakat Indonesia mengkonsumsi gula, garam, dan lemak melebihi batas yang dianjurkan.
Melihat data tersebut, anak muda Indonesia berpeluang besar memiliki kadar gula darah, tekanan darah tinggi, dan kadar kolesterol tinggi, yang dapat berujung pada penyakit kardiovaskular, seperti diabetes, jantung, dan stroke. Ketiga penyakit kardiovaskular tersebut terus meningkat setiap tahunnya, dimana data Kementerian Kesehatan menunjukkan per 2013 prevalensi diabetes adalah 1,5 per mil, dan menjadi 2 per mil pada 2018. Begitu pula dengan gagal ginjal kronis yang meningkat dari 2 per mil menjadi 3,8 per mil, sedangkan stroke meningkat dari 7 per mil. per mil hingga 10,9 per mil.