Ketahui 3 Cara Lakukan Pertolongan Pertama saat Cedera Lutut di Gunung

dokter spesialis ortopedi konsultan sports injury dan arthroskopi dari RS Pondok Indah Bintaro Jaya Andi Nusawarta membagikan kiat-kiat pertolongan pertama pada cedera lutut jika terjadi di gunung.

Rizky Wahyu Permana
Oleh Rizky Wahyu Permana - Reporter
Ketahui 3 Cara Lakukan Pertolongan Pertama saat Cedera Lutut di Gunung
Ilustrasi naik gunung. ©Shutterstock.com/ l i g h t p o e t

Pada saat berolahraga, cedera lutut merupakan hal yang rentan dialami. Masalah cedera lutut ini bisa berubah menjadi lebih mengganggu ketika terjadi di hutan atau gunung.

Cedera di lapangan bisa ditangani dengan cepat menggunakan peralatan yang memadai. Lantas, bagaimana dengan cedera di gunung?

Mengenai hal tersebut, dokter spesialis ortopedi konsultan sports injury dan arthroskopi dari RS Pondok Indah Bintaro Jaya Andi Nusawarta membagikan kiat-kiat pertolongan pertama pada cedera lutut jika terjadi di gunung.

Hal pertama yang biasa dilakukan di lapangan atau tempat olahraga untuk menolong cedera lutut adalah kompres dengan es. Kompres es atau hal-hal dingin dapat membuat pembuluh darah mengkerut sehingga pendarahannya berhenti dan bengkaknya berkurang.

“Kalau dikasih panas, pembuluh darahnya jadi melebar dan tambah berdarah. Makanya, es itu selalu di awal, air hangat belakangan supaya tambah lancar. Air es menghentikan pendarahan, setelah luka sembuh bisa dikasih air hangat supaya pembuluh darah lancar,” ujar Andi beberapa waktu lalu.

Berbeda dengan di lapangan, es atau air es cenderung sulit ditemukan di hutan atau di gunung. Maka yang bisa dilakukan adalah mencari hal-hal dingin di sekitar hutan.

“Kalau tidak ada es sebenarnya banyak hal yang bisa dicari. Misalnya air gunung, biasanya dingin. Ambil aja air itu kompreskan, kan dingin lumayan,” ujar Andi.

Letakkan Kaki di Posisi Lebih Tinggi

Setelah mendapat kompres dingin dari air sungai atau mata air, maka langkah selanjutnya adalah mengangkat kaki yang cedera sehingga posisinya lebih tinggi.

“Kalau kaki lebih tinggi dari jantung, ingat gravitasi, darah akan lebih mudah mengalir sehingga lebih cepat sembuh.”

Langkah berikutnya adalah membalut (balut tekan) lokasi yang cedera. Langkah ini bisa menggunakan bahan elastis atau kain yang ada.

“Penekanan dari balutan ini dapat mengurangi bengkak, ini dibalut ya bukan diikat. Bedakan mengikat dengan membalut, ini akan membantu.”

Cedera sendiri ada yang tertutup dan ada yang terbuka. Jika cederanya terbuka, maka hal yang dapat dilakukan adalah bersihkan luka dengan air mengalir.

“Harus air mengalir, biasanya yang mengalir itu bersih.”

Usai luka dibersihkan, tumpuk daerah luka dengan menggunakan kain atau benda lain. Luka yang telah ditumpuk ini kemudian dibalut agar pendarahan bisa ditekan dan tidak mengalir.

Reporter: Ade Nasihudin Al Ansori
Sumber: Liputan6.com

Rekomendasi