Menyambut bulan Ramadan yang suci, berpuasa merupakan salah satu kewajiban yang harus dilakukan terutama bagi umat muslim di seluruh dunia. Berbeda dengan biasanya dimana dapat makan dan minum setiap saat, berpuasa mengharuskan kita untuk tidak makan dan minum selama lebih dari 12 jam, tergantung di negara mana tiap orang berada. Di indonesia sendiri, setidaknya masyarakat harus berpuasa sekitar 13,5 jam.
Perbedaan waktu makan ini jika tidak didampingi dengan asupan makan yang baik saat sahur dan berbuka maka dapat menimbulkan gangguan pencernaan. Perut akan berada dalam kondisi yang kosong selama 13,5 jam tanpa menerima asupan protein dan kalori sebagai sumber energi. Oleh sebab itu saat sahur sebaiknya mengonsumsi makanan dengan kandungan cairan dan serat yang tinggi agar tubuh dapat tetap bugar selama berpuasa.
Saat sahur sebaiknya mengonsumsi makanan seperti sayuran, kacang-kacangan atau biji-bijian yang mempunyai serat tinggi agar tubuh dapat merasa kenyang lebih lama. Selain itu untuk memenuhi kebutuhan cairan, sebaiknya didampingi dengan buah yang mengandung air tinggi seperti semangka, apel, dan pear.
Lalu makanan apa yang sebaiknya dimakan saat buka puasa? Sunnah yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad adalah memakan kurma dan air putih untuk membatalkan puasa. Dilansir dari Healthline, berikut ini adalah manfaat kurma untuk buka puasa:
Advertisement
Meningkatkan Kesehatan Pencernaan dan Penangkal Penyakit
1. Memelihara Kesehatan Pencernaan
Kurma mengandung serat yang tinggi sehingga bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan, 21 orang yang mengonsumsi 7 buah kurma per hari selama 21 hari mengalami peningkatan frekuensi buang air besar dan dibandingkan dengan mereka yang tidak makan kurma.
Sehingga kurma dapat menjadi solusi bagi seseorang yang mengalami sembelit atau konstipasi. Sembelit seringkali dialami bagi sebagian besar orang saat puasa. Oleh karena itu, mengonsumsi kurma saat berbuka puasa dapat mengurangi dan mencegah terjadinya sembelit.
Selain itu, kurma juga dapat mengontrol gula darah. Kandungan serat yang tinggi pada kurma dapat membantu memperlambat meningkatnya gula darah yang terlalu tinggi setelah makan.
2. Penangkal Penyakit
Selain tinggi serat, kurma juga mengandung berbagai macam antioksidan yang berfungsi untuk menangkal radikal bebas yang akan merusak sel-sel dalam tubuh dan membuat tubuh menjadi rentan terkena penyakit. Dibandingkan dengan jenis buah yang lain, kandungan antioksidan paling tinggi terdapat pada kurma. Beberapa kandungan antioksidan dalam kurma yaitu flavonoid, carotenoids, dan phenolic acid.
Flavonoid merupakan antioksidan yang kuat untuk mencegah inflamasi dan mengurangi diabetes dan alzheimer. Carotenoids terbukti dapat meningkatkan kesehatan jantung dan mengurangi resiko penyakit mata. Sedangkan phenolic acid dapat membantu menekan resiko kanker.
Sehingga mengonsumsi kurma dapat membantu melindungi tubuh dari resiko penyakit karena kandungan antioksidannya yang tinggi. Namun konsumsi kurma juga tidak boleh berlebihan.
Advertisement
Meningkatkan Kesehatan Otan dan Pemanis Alami
3. Meningkatkan Kesehatan Otak
Penelitian yang telah dilakukan mendapatkan hasil bahwa kurma dapat menurunkan tingkat inflamasi yang terjadi pada otak dan mencegah resiko penyakit neurodegeneratif seperti alzheimer. Antioksidan yang terkandung dalam kurma seperti flavonoid membantu mencegah peradangan yang terjadi pada otak yang dapat mengganggu kinerja dan fungsi otak.
Selain itu, penelitian lain telah menunjukkan bahwa kurma bermanfaat untuk mengurangi aktivitas protein beta amiloid, yang dapat membentuk plak di otak. Ketika plak menumpuk di otak, mereka dapat mengganggu komunikasi antara sel-sel otak, yang pada akhirnya dapat menyebabkan kematian sel otak dan penyakit Alzheimer.
4. Pemanis Alami
Selain rasa lapar, keinginan untuk makan atau minum sesuatu yang manis seringkali muncul saat puasa. Hal tersebut merupakan reaksi natural dari tubuh untuk mengganti kalori yang tidak didapatkan saat puasa. Meskipun begitu, mengonsumsi makanan dengan kandungan gula yang tinggi kurang baik untuk tubuh.
Oleh karena itu, kurma dapat dijadikan pilihan sebagai menu berbuka puasa pengganti makanan manis lainnya. Kurma dapat dijadikan sebagai pengganti gula pasir menjadi pemanis yang sehat. Sebab selain rasanya yang manis, kurma juga mengandung banyak nutrisi lainnya seperti serat dan antioksidan.
Kurma memiliki banyak manfaat kesehatan terutama dikonsumsi saat bulan puasa ini. Rasa kurma yang manis dapat menekan keinginan tubuh untuk mengonsumsi makanan manis lain yang kurang sehat. Namun perlu diingat bahwa kurma mengandung kalori yang cukup tinggi. Sehingga tetap konsumsi dalam jumlah yang wajar.