7 Tanda Alami yang Ditunjukkan Tubuh Ketika Kamu Kurang Tidur

Walau seseorang sudah terbiasa dengan kondisi kurang tidur tersebut, namun terdapat beberapa hal yang dapat menunjukkan bahwa kamu sedang mengalami kondisi tersebut. Beberapa hal seperti kondisi fisik yang tak prima serta kondisi mental tak stabil merupakan gejala yang muncul.

Rizky Wahyu Permana
Oleh Rizky Wahyu Permana - Reporter
7 Tanda Alami yang Ditunjukkan Tubuh Ketika Kamu Kurang Tidur
Ilustrasi mengantuk. ©2014 Merdeka.com/Shutterstock/Sakonboon Sansri

Banyak orang tidak dapat mengenali kondisi kurang tidur yang tengah mereka alami. Kebiasaan serta gaya hidup seseorang terkadang membuat mereka menjadi terbiasa melakukan aktifitas sehari-hari walau kurang tidur.

Walau seseorang sudah terbiasa dengan kondisi kurang tidur tersebut, namun terdapat beberapa hal yang dapat menunjukkan bahwa kamu sedang mengalami kondisi tersebut. Dilansir dari berbagai sumber, berikut tujuh hal yang bisa menjadi penanda bahwa tubuhmu kekurangan tidur.

1. Mudah Pilek dan Demam

Penelitian dari Carnegie Mellon University menyatakan bahwa seseorang yang tidur kurang dari enam jam sehari memiliki risiko menderita demam hingga empat kali lipat dibanding mereka yang tidur lebih dari tujuh jam. Ketika kekurangan tidur, sistem imun tubuh menjadi terpengaruh dalam berbagai cara.

Sel darah putih yang bernama lymphocytes juga tidak diproduksi secara efektif sehingga virus dan bakteri lebih mudah masuk ke dalam tubuh. Hal ini lah yang membuat tubuh lebih rentan terhadap penyakit.

Walter Reed dari Army Institute in Research Amerika Serikat pada tahun 2006 menyatakan bahwa ketika sedang lelah, seseorang menjadi kehilangan selera humor. Hal ini membuat orang yang mengantuk cenderung terlihat lebih pemarah dan uring-uringan.

Menemukan hal yang lucu memang butuh proses yang sangat kompleks pada otak karena membutuhkan perhatian, memori, dan pembagian cara berpikir.

Hal-hal tersebut juga perlu diproses oleh otak agar dapat menyambung kepada perasaan. Ketika kekurangan tidur, bagian-bagian otak menjadi tidak bekerja sebagaimana mestinya sehingga seseorang kesulitan untuk menentukan kelucuan dari sebuah hal.

Professor Kevin Morgan dari Loughborough University menyatakan bahwa ketika sedang mengantuk suara seseorang menjadi datar dan monoton seperti robot. Hal ini terjadi karena otot-otot di tenggorokan menjadi tidak dapat terkontrol ketika seseorang sedang lelah.

Ketika sedang berbicara, terdapat koordinasi yang kompleks antara mulut dan lidah yang tidak berjalan dengan efektif ketika seseorang sedang dalam kondisi lelah dan mengantuk. Hal ini menyebabkan suara yang muncul menjadi berubah dan sedikit lebih aneh.

Orang yang mengantuk biasanya terdengar sedikit meracau dan suara sedikit menyeret ketika berbicara. Kondisi ini menjadikan suara terdengar aneh dan berbeda dibanding biasanya.

Pada sebuah penelitian yang dilakukan oleh Norwegian Institute of Public Health, diketahui bahwa seseorang yang memiliki insomnia cenderung lebih mudah merasakan sakit dan nyeri pada bagian tubuhnya.

Seseorang yang memang mengalami masalah pada tubuhnya juga cenderung untuk terasa lebih sakit ketika dalam kondisi lelah dan mengantuk. Kekurangan tidur juga menyebabkan menurunnya mood seseorang sehingga rasa sakit menjadi lebih terasa.

Walau secara humor, respons menjadi memburuk namun secara fisik dampak yang dialami bisa lebih terasa. Oleh karena itu, rasa sakit dan nyeri biasanya lebih terasa,

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh University of Colorado Boulder membuktikan bahwa orang yang kekurangan tidur cenderung mengalami kenaikan berat badan. Pada kondisi kurang tidur, bagian otak yang mengontrol keinginan menjadi melemah sedangkan hormon ghrelin yang mengatur nafsu makan menjadi meningkat 20 persen.

Dalam kondisi kurang tidur ini seseorang akan cenderung memiliki keinginan makan yang semakin besar karena dorongan otak tadi. Hal ini juga menjadi penyebab banyak orang kerap kelaparan ketika tengah malam.

Sebuah penelitian terpisah juga menyebut bahwa seseorang yang mengantuk cenderung mengonsumsi makanan tak sehat. Hal ini termasuk makanan tinggi lemak dan terlalu manis. 

Guy Leschziner dari London Bridge Hospital Sleep Centre menyatakan bahwa kekurangan tidur dapat berpengaruh terhadap fungsi memori di otak. Ketika sedang tidur, memori seseorang ditata ulang dan dikumpulkan sehingga dapat disimpan di ingatan dalam waktu lama.

Selain itu tidur juga membersihkan otak dari zat-zat kimia yang dikumpulkan selama sehari dan pada jangka panjang dapat berpengaruh terhadap hilangnya memori seseorang. Cara terbaik untuk menjaga ingatan adalah dengan tidur yang cukup.

Pada saat mengantuk terutama yang sangat, seseorang bakal kesulitan mengingat hal-hal biasa. Hal ini semakin ditambah dengan menurunnya konsentrasi yang dimiliki.

Ketika tubuh kekurangan tidur, tubuh bakal merespons lebih banyak hal dengan keluarnya air mata. Bahkan air mata ini dapat muncul pada hal-hal yang tidak menyedihkan atau menyenangkan sekali pun seperti ketika melihat atau mengobrolkan kegiatan sehari-hari.

Sebuah penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat menyebut bahwa otak 60 persen lebih reaktif dengan perasaan negatif ketika sedang mengantuk. Hal ini yang menyebabkan air mata jadi lebih mudah meleleh ketika kurang tidur.

Jika saat larut malam tiba-tiba kamu merasa tanda-tanda itu muncul pada dirimu, maka segera akhiri harimu dan tutuplah mata.

Rekomendasi