Redakan migrain kronis dengan implan leher

Peneliti mengklaim mampu meredakan migrain kronis dengan 'menanam' alat terapi pada leher pasien.

Kun Sila Ananda
Oleh Kun Sila Ananda - Reporter
Redakan migrain kronis dengan implan leher
Ilustrasi sakit leher. ©Shutterstock.com/ Szekeres Szabolcs

Implan leher, atau penanaman alat yang mampu memberikan kejutan listrik ringan di daerah leher, diketahui mampu meredakan sakit migrain kronis, ungkap peneliti di Pennsylvania.

Dalam penelitian tersebut, ilmuwan Stephen Siberstein dari Thomas Jefferson University di Philadelphia memasang implan pada 157 orang. Implan yang 'ditanam' berupa alat yang secara teratur merangsang saraf leher yang berhubungan dengan otak.

Alat tersebut diaktifkan selama tiga bulan pada 105 partisipan, sementara bagi yang lain hanya dipasang saja.

Hasilnya, partisipan dengan implan leher yang aktif mengaku mengalami penurunan migrain selama 16 - 22 bulan. Angka tersebut dua kali lebih besar dibanding pada partisipan dengan implan leher yang dimatikan.

"Terapi yang diberikan alat implan tersebut terbukti efektif. Kuharap penelitian ini menunjukkan bahwa implan leher bisa sangat bermanfaat," jelas Siberstein, seperti dilansir oleh Times of India (22/10).

Meski begitu, mekanisme alat implan tersebut hingga sekarang masih belum diketahui dengan jelas. Berdasarkan penelitian pada hewan sebelumnya, Silberstein menduga alat tersebut mengurangi konsentrasi pada saraf perasa sakit.

Alat tersebut telah disetujui untuk digunakan di Eropa, dan hingga saat ini masih menunggu persetujuan untuk digunakan di Amerika Serikat.

Rekomendasi